Cerdas Memilih Tabungan Masa Depan

18.42

Tua itu pasti, dewasa itu pilihan. Kita pasti akan menjadi tua seiring bertambahnya usia tapi apakah kita semakin dewasa dengan bertambahnya usia? Jawabnya belum tentu, hanya yang pasti saat kita telah menua, produktivitas berkurang dan kebutuhan bertambah.

Produktivitas berkurang karena semakin bertambah usia tubuh juga semakin renta dan lemah. Semua yang dulunya bisa kita kerjakan saat masih muda sudah tak bisa lagi dikerjakan dengan baik dan kita membutuhkan pertolongan orang lain. Ini akan membuat pengeluaran bertambah sementara seiring menurunnya produktivitas penghasilan juga berkurang.


Kebutuhan bertambah saat usia tua, itemnya mungkin tidak bertambah tapi harga barang yang sama bisa jadi lebih mahal dibandingkan saat usia kita masih muda. Ini semua karena inflasi yang bertambah setiap tahunnya, sementara saat usia kita senja pendapatan kita bisa saja hanya mengandalkan dana pensiun dari perusahaan tempat kita bekerja dulu. Cukupkah? Kalau cukup kita patut bersyukur, kalau belum, kita harus mempersiapkannya dari sekarang terutama yang bukan pegawai negeri.


Ada banyak pilihan untuk menyiapkan dana pensiun di antaranya:

Menabung
Hampir setiap bank memiliki produk seperti ini yang dikemas dalam tabungan berjangka. Disini setiap bulan kita menyisihkan sejumlah dana dan dalam jangka waktu yang ditentukan. Kemudian hasil dari tabungan ini bisa dinikmati di waktu yang telah ditetapkan, jadi tidak bisa diambil sewaktu-waktu seperti tabungan biasa. Tidak ada fasilitas kartu ATM, tapi pada jadwal yang telah ditentukan uang yang ada di rekening akan dicairkan dengan dipindah ke rekening lain atau ditarik tunai secara langsung.

Keuntungan dari tabungan berjangka ini nasabah diajarkan untuk disiplin dalam menyisihkan uangnya karena menabung seperti ini tidak boleh putus di tengah jalan. Bila diputus akan menimbulkan kerugian. Selain nasabah dikenakan penalty, uang yang dikembalikan tidak akan diberikan bunga. Rugi waktu, rugi bunga. Karenanya bila kita mengambil program ini pastikan disiplin untuk mendapatkan hasil maximal.

Meski memiliki keuntungan bila dihitung lebih cermat tabungan berjangka masih memiliki kelemahan, salah satunya adalah bila nasabah meninggal. Karena produk ini biasanya tidak diembel-embeli asuransi maka dana yang cair hanya sejumlah uang yang disetorkan oleh nasabah. Apalagi bila meninggalnya masih dalam masa kontrak, masa dimana nasabah masih punya kewajiban menabung. Berbeda bila meninggalnya saat kontrak sudah selesai, ahli waris bisa menerima dana sesuai dengan kesepakatan yang tertera di program tabungan berjangka ini.

Untuk mengetahui bank mana saja yang memiliki program tabungan seperti ini bisa merujuk ke Cermati.com. Di sana banyak informasi seputar keuangan dan bagaimana mengatur uang kita termasuk bank mana saja yang bisa dipilih untuk mewujudkan keinginan kita.

Berasuransi
Produk-produk asuransi ada yang dikhususkan untuk menyiapkan dana pensiun. Hampir sama dengan tabungan berjangka dimana nasabah diharuskan membayar sejumlah premi dalam jangka waktu tertentu dan dana akan dicairkan dalam jangka waktu yang ditetapkan.

Pencairan dana pensiun ini dicairkan secara berkala dalam jumlah tertentu jadi seolah-olah nasabah menerima dana pensiun. Bila dihitung-hitung menyiapkan dana pensiun dengan berasuransi bunganya lebih tinggi dari bunga bank jadi hasil yang diperoleh pun lebih besar.

Berbeda dengan tabungan jangka panjang di bank, di perusahaan asuransi bila nasabah meninggal dalam masa pembayaran maka ahli waris akan mendapatkan uang pertanggungan sebesar yang telah disepakati saat menandatangani polis asuransi. Meskipun saat meninggal, nasabah belum menyelesaikan kewajiban membayar premi karena masih dalam masa pembayaran, ahli waris tidak dibebani untuk membayar premi berikutnya dan ini artinya kewajiban menyetor premi otomatis putus.

Bila nasabah meninggal saat sudah menyelesaikan kewajiban membayar premi maka ahli waris selain menerima uang pertanggungan juga akan menerima dana tahapan pensiun yang diberikan secara berkala.

Keuntungan lain dari menyiapkan dana pensiun di perusahaan asuransi adalah bisa diembel-embeli asuransi kesehatan dengan membayar premi tambahan. Dengan begitu dana pensiun bisa kita dapatkan sesuai rencana dan bila sakit sewaktu-waktu tidak perlu bingung dana untuk berobat.

Investasi
Cara lain untuk menyiapkan dana pensiun bisa dengan berinvestasi. Dengan menanamkan sejumlah uang pada lembaga investasi yang terpercaya untuk kemudian memperoleh hasilnya. Investasi bisa dengan membeli surat berharga, saham, obligasi atau emas lalu menjualnya saat harganya naik. Untuk berinvestasi saat ini sudah banyak lembaga keuangan yang memiliki produk-produk investasi jadi kita tidak harus repot mengecek harga saham atau emas setiap hari. Yang harus kita lakukan adalah memilih lembaga keuangan yang bonafide agar memperoleh hasil investasi yang besar.

Kelemahan investasi seperti ini bila harga saham turun kita tidak bisa menyalahkan lembaga keuangannya karena turunnya harga saham disebabkan oleh banyak faktor yang tidak semuanya bisa dikendalikan oleh lembaga keuangan yang dimaksud.

Kelebihan investasi seperti ini adalah bila harga saham melonjak tajam, kita bisa mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat. Saat harga saham naik kita menjualnya dan membelinya lagi saat harga saham turun. Investasi model seperti ini sangat cocok untuk mereka yang menginginkan hasil cepat dan berani mengambil resiko tinggi. High risk high return.

Nah, mumpung masih muda, masih produktif. Yuk siapin masa depan dari sekarang, semakin dini memulainya semakin ringan dana yang harus disisihkan dan semakin besar hasil yang bisa diperoleh. Kalau tidak ada waktu untuk ke bank cek dulu di Cermati.com cari tahu bank mana yang memiliki produk sesuai keinginan kita. cepat, mudah dan cermat.

"Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Share Tips Menabungmu bersama Blog Emak Gaoel dan Cermati"

You Might Also Like

10 komentar

  1. iya nih kalau belum ada rencana kaya gini bisa bingung nantinya , nice post :)
    kungjungi juga http://malesbagi.blogspot.sg/

    BalasHapus
  2. betul, btw makasih sudah mampir :)

    BalasHapus
  3. Cara yang aku pilih adalah dengan investasi. Semoga menang ya kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. investasi memang memacu adrenalin, bikin hidup lebih hidup. makasih doanya yaaa .... :))))

      Hapus
  4. Rencanainnya harus jauh2 hari y mbak,
    Tengkiu tipsnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, krn kita tidak tahu apa yg akan terjadi esok, lusa, tahun depan. mempersiapkan sedini mungkin itu lbh baik

      Hapus
  5. Td nya aku jg mau ikut lomba ini... tp krn kerjaan kantor kok ya ga abis2, jd blm kebikin2 ampe skr ;D...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Deadline-nya 25 juni kan? Msh ada wkt buat ngejar :))

      Hapus
  6. rencana nabung sejak dini sih sudah ada, tapi belum terlaksana karena masih rempong bayar ini itu :D

    BalasHapus
  7. Hehehe, nabung itu memang harus dipaksain mbak Diah, kalau nunggu uang sisa gak bakal ada, krn semakin tinggi penghasilan, kebutuhan jg makin banyak. Jadikan menabung sbg kebutuhan ;)

    BalasHapus

Pengikut