Etika Memberi dan Menerima Saran

00.42

Memberi saran kelihatannya mudah, kedua belah pihak seperti saling membutuhkan. Pihak yang meminta saran berharap ada masukan, demikian juga pihak yang memberi merasa dibutuhkan. Namun faktanya setelah saran diberikan tidak selalu bisa diterima, ada semacam diskusi dimana penerima saran merasa keberatan. Pun demikian dengan pemberi saran mencoba memberi alternative lain.

Kejadian seperti ini bisa berlangsung sangat a lot, apalagi bila masing-masing pihak mempertahankan pendirian masing-masing. Salah-salah malah terjadi perselisihan kedua belah pihak. Kalau sudah begini jadi runyam kan?


Saya sendiri bukan sekali dua kali dimintai saran lalu ditolak. Mending kalau nolaknya halus, ada yang langsung menolak mentah-mentah, dan ketika memberikan alternative lain juga ditolak. Sakit hati? Iya, tapi tak perlu diperpanjang hingga memperkeruh hubungan yang sudah terjalin.

Setelah sekian waktu berlalu, mencoba untuk memahami kenapa sakit hati itu bisa terjadi, padahal saat memberikan saran maupun menerima saran sebenarnya kita tidak pernah kehilangan apa-apa. Ya, saran, pendapat atau ide tak kan pernah habis dari kepala kita meski dikeluarkan setiap hari. Harusnya kita bersyukur bila ada yang meminta saran dari kita, sehingga mengurangi isi kepala dan kita akan siap diisi lagi.

Ada beberapa hal yang harus kita pahami mengenai saran, agar kita tetap bisa berhubungan baik satu sama lain.

Pemberi saran
1. Jangan memaksakan ide kita diterima, karena mungkin ada kondisi yang berbeda yang tidak kita ketahui sebelumnya.
2. Tempatkan diri kita sebagai bagian terluar, dimana kita hanya bisa memberi tanpa bisa memutuskan.
3. Bebaskan diri, tidak perlu merasa salah atau kurang berkualitas bila saran yang kita berikan tidak digunakan. Mungkin dia ada pertimbangan lain.
4. Tetap jalin hubungan baik, meski dia menolak saran kita tetaplah menjaga hubungan baik dengannya karena siapa tahu suatu hari kitalah yang membutuhkannya.



Penerima saran
1. Hargai setiap saran yang diberikan meskipun kurang cocok dengan kita, menghargai bukan berarti harus menerimanya.
2. Sampaikan keberatan bila memang saran itu terasa kurang pas.
3. Cobalah memberi gambaran tentang kegelisahan Anda, bisa jadi saran yang diberikan kurang pas karena tidak memahami kondisi sebenarnya.
4. Diskusikan ide-ide Anda dengan pemberi saran, siapa tahu justru ide kolaborasi ini adalah solusi yang tepat.


You Might Also Like

4 komentar

  1. Jangan memaksakan adalah sikap yang paling baik :)

    BalasHapus
  2. Betul, menempatkan diri sbg outsider spy gak gampang sakit hati saat terjadi penolakan :)

    BalasHapus

Pengikut