KANGEN KAMU, IYA KAMU

01.07

Ka-Ka di Togamas Diponegoro Sby foto by Nando
Sebenarnya aku gak terlalu suka baca buku atau bacaan yang ber-genre remaja, lebih suka baca buku-buku dewasa yang lebih kompleks problemnya. Simple aja, masa remaja itu sudah lewat, jadi kalau baca buku-buku remaja berasa mundur ke belakang padahal saat ini kita justru mati-matian menyiapkan hari esok. Meski begitu tidak menyalahkan penulis yang sudah berumur tapi mereka justru lebih ciamik kalau menulis di genre ini.

Salah satu buku yang menantang ego, selama ini ogah bener baca buku remaja adalah KANGEN KAMU karya uda Nando. Judulnya sederhana dan lugu, pas banget dengan aku yang kesulitan mengatakan rindu. Kata “kangen” terkesan lebih akrab. Ditambah lagi pas lihat covernya unyu banget, gadis kecil dengan rambut model bob dan pipi yang chubby. Duh, jadi inget foto waktu TK, tembem banget sampe dipanggil pipi jemblem*. Bismillah, akhirnya pesan buku Ka-Ka ke penulisnya, 4 hari kemudian bukunya landing di kantor.

Meleset jauh dari yang kubayangkan!!! Semula berpikir buku ini pasti berisi kegalauan ABG tentang drama cintanya yang tak berujung namun enggan mengakhiri. Disini jelas sekali penulis ingin mengungkapkan banyak hal yang sering kali dianggap biasa tapi sebenarnya memberi arti lebih. Seperti pada bab 1, menceritakan seorang abang yang semula kesel sama adiknya karena gara-gara melahirkannya sang ibu pergi untuk selamanya dan ia bersama ayahnya harus merawat sang adik. Saat sang adik menangis keras, dia kesal lalu menghampiri ke kamar berniat menghardiknya tapi yang dilihatnya adalah tangan terbuka yang menyambutnya dan tatapan kasih yang mengungkapkan “you’re my hero”. Rasa kesal itu seketika hilang setelah menyadari sang adik sangat merindukan kasih dan itu dimiliki si abang. Manusia manapun akan merasa bahagia bila menyadari bahwa kita bisa bermanfaat untuk orang lain.

Foto by Nando
Penasaran ke bab berikutnya hingga bab terakhir yang berkisah tentang seorang remaja sedang jatuh cinta. Berharap bisa membawa gadis pujaan ke rumah untuk dikenalkan pada orang tuanya ternyata justru gadis ini malah mencelakainya. Meski sudah dicelakai dia tidak mendendam, justru bersyukur karena musibah itu terjadi sebelum orang tuanya tahu hubungan mereka.

Dari awal hingga akhir cerita, buku ini tak banyak mengumbar rayuan gombal, kata rindu dan kangen pun sedikit tertulis di sana. Penulis mengungkapkan kangen, memendam rindu dengan cara yang dewasa dan teratur sehingga tidak perlu meledak-ledak. Meski begitu bukan berarti buku ini tak bergejolak.

Ceritanya sedikit berteka-teki, membuat kita penasaran dengan endingnya. Awalnya saat gejolak itu datang dan aku mulai menebak-nebak endingnya, buru-buru baca alinea terakhir. Aarrggghhh … dan aku kecewa karena endingnya tidak seperti tebakanku, jadilah balik ke depan baca lagi dengan seksama bagian mana yang bikin miss sehingga tebakanku meleset.

Satu, dua, tiga hingga cerita ke-15. Ending yang tak pernah terduga. Pembaca digiring perlahan hingga ke puncak bukit penasaran lalu tiba-tiba menukik tajam ke dataran yang tak pernah kau perkirakan dalamnya. Gemes? Iya! Dan justru alur seperti ini yang menggairahkan serasa baca novel dewasa yang ribet, riweh dengan segala kehidupan dewasa masa kini.

Baca Kangen Kamu, membuatku malu karena selama ini sering kali nyesel kenapa masa remaja itu cepat berlalu tapi dengan ragam cerita tentang keluarga dan sahabat aku bersyukur dengan kondisiku saat ini. Aku memiliki orang tua dan keluarga besar yang selalu membuatku rindu di tengah-tengah mereka. Aku memiliki sahabat dan teman yang selalu bisa menerimaku tanpa basa-basi, selalu bergairah di antara mereka. Hidup memang tidak mulus tapi mereka membuat kita bisa melaluinya.

Bahasanya fresh banget dan aku membayangkan penulisnya adalah seorang mahasiswa semester empat yang sedang rajin-rajinnya ngampus, berorganisasi dan tak luput dari incaran mahasiswi. Kembali lagiiiii bayangan ini salah, penulisnya adalah ….. cek sendiri deh di sini.



My pet with Ka-Ka

You Might Also Like

4 komentar

  1. Sepertinya bagus nih bukunya, kisah cinta yang tidak menjual rayuan gombal semata

    BalasHapus
  2. jadi penasaran nih pengen baca ini buku :)

    BalasHapus
  3. Sudah ada di Togamas dan Gramedia mbak Diah ;)

    BalasHapus

Pengikut