MENJADI TUAN RUMAH UNTUK SANG TAMU HATI :)

00.47

Alah bisa karena biasa. Percaya banget dengan quote yang satu ini. Kita tidak akan bisa tanpa mencobanya. Bahkan mereka yang sudah mencobanya pun belum tentu bisa, dibutuhkan kebiasaan. Sesuatu yang sering kita lakukan dan menjadi sebuah kebiasaan akan memberikan banyak pelajaran sepanjang waktu kita berproses.

Contoh paling mudah adalah memasak. Tidak semua orang dibekali kepandaian memasak, namun dengan membiasakannya, lambat laun kita akan tahu seberapa takaran bumbu yang pas untuk menghasilkan hidangan yang lezat.



Faktanya memang banyak orang yang hanya dengan sekali dua kali belajar memasak mereka sudah bisa menghasilkan hidangan yang lezat bahkan menciptakan sebuah resep. Namun bukan berarti yang tidak berbakat menjadi tidak bisa. Bisa, hanya saja butuh waktu lebih lama. Dengan membiasakannya membuat kita lebih peka pada bumbu dan mengerti berapa takaran seharusnya.

Seperti memasak, bersyukur pun diperlukan kebiasaan. Meski Tuhan sudah menjanjikan nikmat yang lebih banyak, faktanya masih banyak juga manusia yang kurang bersyukur. Bagi saya sendiri bersyukur bukan hanya sebagai bentuk terima kasih atas anugerah yang diberikan olehNya, lebih dari itu bersyukur juga melatih kesabaran.

Bayangkan, semakin sering kita bersyukur, mengeluh membuat saya malu. Dari bangun tidur hingga mau tidur lagi rasanya tak cukup bibir ini untuk menghitung berapa banyak kenikmatan yang kita terima sementara bila kita menghitung berapa banyak hal yang membuat kita sedih, terluka dan kecewa tidak akan pernah sebanding dengan nikmat yang diterima. Lalu, buat apa kita mengeluh? Kenapa tidak kita ganti saja dengan bersyukur


Saya pribadi meyakini semakin banyak kita bersyukur itu artinya kita membuka pintu lebar-lebar pada kebahagiaan dan mereka akan dengan senang hati masuk dalam kehidupan kita. Begitu juga sebaliknya, bila kita mengeluh, saat itu juga kita telah membuka pintu untuk kesedihan dan dia seperti merasa diundang untuk masuk dalam kehidupan kita. Dia akan leluasa menjajah hingga kita terus-menerus mengeluh dan lupa bersyukur. Jika demikian siapa yang akan kita undang dalam kehidupan kita, BAHAGIA atau SEDIH?

You Might Also Like

2 komentar

  1. Blog'nya bagus :D
    salam kenal ya bro
    jangan lupa follow balik blog gue
    http://ekienglandmuse.blogspot.com/

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih sudah berkunjung, ini blog baru gan jadi musti rajin-rajin posting :))))

      Hapus

Pengikut