MUKENA PEMBUKA MAAF

11.43

Cinta itu unik, dia selalu punya cara untuk menggetarkan hati pengagumnya bahkan pada mereka yang sedang berseteru sekalipun. Cinta tapi gengsi! Berseteru tapi tak ingin berpisah.
Avian sudah sekian lama berumah tangga dengan Firma, mereka juga memiliki tiga anak, yang paling besar sudah SMA, yang tengah SMP dan si bungsu juga telah masuk SD. Beberapa tahun terakhir terjadi perselisihan di antara keduanya hingga mereka memutuskan untuk pisah ranjang. Dua-duanya sama-sama kekeuh dengan pendirian.

Sulit untuk ditelusuri apa yang menjadi pangkal perselisihannya, yang pasti mereka masih serumah untuk merawat anak-anak mereka dan seekor kucing betina plus dua anaknya yang baru lahir. Pasangan ini sebenarnya sudah tak lagi saling melayani satu sama lain, kecuali nafkah lahir yakni uang bulanan karena masih ada anak-anak yang harus dibiayai dan membutuhkan kehadiran orang tua.
Sehari-hari keduanya menyiapkan sendiri kebutuhannya mulai dari memasak, mencuci dan menyetrika baju. Lucunya mereka tidak merasa canggung bila harus masak berdua di dapur dan tidak terpengaruh oleh masakan rival, jadi tetap bisa beraktivitas seolah sedang tinggal di asrama dan berada dalam sebuah dapur umum.
Terkadang baik Avian dan Firma juga merasa lelah menjalani hubungan seperti ini. Pernah juga didiskusikan dan mencoba memilih jalur perceraian namun hingga kini keduanya tak ada yang mendatangi pengadilan agama untuk mengajukan gugatan. Begitulah cinta, meski gengsi untuk mengakui masih cinta tapi tetap ingin bersama, menyemangati satu sama lain, memberi perhatian pada orang yang kita cintai meski hanya dalam doa.
Menjelang puasa Avian membelikan mukena untuk anak perempuannya, sengaja dia memilih warna ungu warna kesukaan Firma istrinya. Dia tahu istrinya nggak akan memintanya untuk membelikan tapi dia tahu anaknya akan memberikan mukena itu pada ibunya dan si anak akan meminta mukena warna lain yang disukainya.
Avian sudah memprediksi ini akan terjadi, dia pun telah menyiapkan mukena lain untuk anaknya. Dugaannya tak meleset, sesampai di rumah mukena itu ditunjukkan anaknya dan diterimanya dengan senang hati. Malamnya mukena itu diperlihatkan pada sang ibu.
“Ibu, lihat ke sini. Bagus kan? Ayah belikan ini untukku” kata sang anak.
“Kok warnanya ungu, bukannya kamu lebih suka warna pink. Ini kan warna kesukaan ibu.”
“Ibu mau?” Tanya si anak ragu-ragu, triknya mulai berhasil.
“Ini buat ibu saja ya, kamu minta lagi ke ayah warna kesukaanmu.”
“Baiklah, ini untuk Ibu saja. Aku sayang Ibu” katanya sambil mencium ibunya.
Keesokan paginya saat diantar ayahnya ke sekolah, anak Avian berkata “Ayah, aku mau mukena laagi dong, yang pink ya …”
“Lalu yang ungu dipakai siapa kalau harus beli lagi pink?” Tanya Avian pura-pura tidak tahu.
“Itu dipakai Ibu saja, semalam ibu bilang kenapa ayah beli mukena warna kesukaan ibu untukku padahal ayah tahu itu warna kesukaan ibu.”
“Ya, ayah nggak perhatikan itu. Ayah lihat itu warna bagus dan cocok buat kamu jadi ayah beli.”
“Iya tapi sekarang sudah jadi milik ibu, nanti belikan untuk aku yang warna pink ya”  pintanya.
“Iya, nanti ayah belikan.”
“I love you, Daddy.”
Saat pulang kantor, Avian mendapati istrinya di dapur sedang membuat kopi padahal di rumah ini tidak ada yang minum kopi selain dirinya. Agak bingung tapi tak ingin ke-GR-an juga.
“Diminum kopinya” kata sang istri sambil meletakkan kopi di meja makan.
“Itu buat aku?” Tanya Avian tak percaya.
“Iya, ini untuk Ayah. Terima kasih ya, mukenanya cantik.”
“Sama-sama, aku sengaja membeli itu untukmu tapi sungkan mau bilang jadi kuberikan ke Kakak.”
“Iya, aku juga sungkan bila harus meminta padamu sementara hubungan kita masih seperti ini” kata istrinya.
“Sudah lah, sebentar lagi masuk bulan ramadhan, tak baik kita terus berseteru seperti ini. Maafkan aku yang terlalu keras selama ini, ada baiknya kita perbaiki semuanya supaya ramadhan kita sama-sama bersih dan tenang menjalaninya.”
“Aku sudah memaafkannya bahkan sebelum kau memintanya. Aku juga minta maaf bila selama ini terlalu egois” kata sang istri.
“Selamat menjalankan ibadah puasa ya …. I love you”





You Might Also Like

0 komentar

Pengikut