THR Jangan Sampai Sia-Sia

23.02

Bulan puasa baru berjalan tiga hari, tapi bau-bau THR sudah menyapa. Sebagian teman sudah merancang mau beli apa untuk lebaran nanti, ada juga yang digunakan untuk persiapan anak masuk sekolah. Yak, lebaran tahun ini memang bertepatan dengan tahun ajaran baru, jadi rasanya banyak sekali kebutuhan yang mengharuskan kita untuk benar-benar pintar mengelola uang. Sementara itu besarnya uang THR paling mentok sejumlah gaji pokok, bagi yang belum satu tahun masa kerja besarnya diberikan secara proporsional.

Lalu, kira-kira digunakan untuk apa uang THR ini supaya bener-bener berguna dan tidak menyesal di kemudian hari. Jujur saja sebagai karyawan swasta yang notabenenya tidak memperoleh dana pensiun seperti saya mau tidak mau harus menyiapkan dana pensiun sendiri. Masalahnya apakah cukup hanya dari uang THR aja? Kalau menggunakan uang THR untuk persiapan dana pensiun, saya harus bekerja berapa lama agar bisa mendapatkan dana pensiun yang cukup. Pusing pala Barbie mikirnya kalau kayak gini.

Sebenarnya masih bisa menyiapkan dana pensiun meski hanya mengandalkan uang THR yang keluarnya hanya setahun sekali. Yakin bisa? Caranya?
Dari sekian banyak produk bank yang menjual produk dana pensiun saya memilih menyiapkan dana pensiun dengan menabung di tabungan berjangka atau berasuransi.
  • TabunganBerjangka
Sesuai namanya, tabungan ini memiliki jangka waktu dan jumlah setoran tertentu yang harus dipenuhi oleh nasabah, karena hasil dari tabungan ini sudah ditentukan dan disepakati oleh pihak bank dan nasabah. Jadi bila ada salah satu yang ingkar maka hasilnya tidak akan sama dengan yang sudah disepakati. Untuk jangka waktu bisa dipilih 3, 5 hingga 10 tahun, tergantung program dari bank yang bersangkutan. Begitu juga dengan hasil akhir yang diperoleh nasabah serta berapa rupiah yang harus disetor setiap bulannya, masing-masing bank berbeda.   

Mengingat ada banyak bank yang beroperasi di Indonesia saat ini, rasanya kita akan menghabiskan banyak waktu bila harus mendatangi bank-bank tersebut untuk mendapatkan informasi ini, padahal waktu kita terbatas. Untuk mengetahui informasi seputar produk-produk ini kita bisa langsung berkunjung ke Cermati.com. Di sana banyak mengulas produk-produk seperti  dari berbagai bank, kita bisa lihat dan cermati satu per satu untuk menentukan produk dari bank mana yang cocok, kemudian bisa langsung ke bank untuk aplikasi.
  • Berasuransi
Selain tabungan berjangka ada produk lain yang bisa kita gunakan untuk menyiapkan dana pensiun yaitu asuransi. Dengan memilih masa pembayaran premi dan jumlah premi tertentu kita bisa menentukan berapa rupiah yang bisa kita dapatkan saat pensiun nanti. Selain memperoleh dana pensiun, di produk asuransi kita bisa menambahkan produk tambahan atau rider seperti asuransi kesehatan. Boleh dibilang ini double benefit, manfaat dana pensiun dan asuransi kesehatan. Cara pembayarannya pun bisa tahunan, semesteran, tri wulan atau bulanan. Untuk yang tri wulan dan bulanan biasanya ddebet langsung dari rekening nasabah.

Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menyiapkan hari tua, dari sekian banyak pilihan untuk menyiapkannya akhirnya mengerucut pada dua ini saja. Di antara tabungan berjangka dan asuransi saya cenderung memilih berasuransi, kenapa? Dengan cara bayar tahunan saya cukup membayar setahun sekali. Jadi saya bisa menggunakan uang THR untuk membayar premi asuransi. Pertanyaannya cukup nggak uang THR untuk bayar premi tahunan. Kalau cukup sih nggak papa kalau kurang bagaimana? Saya punya cara tersendiri untuk menutup kekurangannya, bagaimana? Saya gunakan kartu kredit.


Yess!!! Banyak alasan kenapa saya menggunakan kartu kredit untuk membayar asuransi:
  1. Membayar premi asuransi dengan kartu kredit kita bisa dapat poin dari bank penerbit kartu, dengan catatan bank tersebut memiliki program poin dan poin ini bisa ditukar dengan hadiah atau reward tertentu.
  2. Membayar premi asuransi dengan kartu kredit bisa diubah ke cicilan. Dengan pilihan bunga dan jangka waktu yang terjangkau kita makin dimudahkan untuk membayar premi. Jadi pihak asuransi akan mendebet secara penuh untuk pembayaran preminya, sementara kita bisa membayar ke pihak bank penerbit kartu kredit dengan mencicil sesuai dengan bunga dan tenor yang disepakati.
Bagaimana cara mengubah ke cicilan? Kita bisa menghubungi call center dari bank pnerbit kartu untuk mengubah tagihan ke cicilan. Apa untungnya bila tagihan kartu kredit ini diubah ke cicilan. Limit kita menjadi terbatas dan dengan menggunakan kartu kredit untuk membayar premi asuransi maka kita tidak melakukan pembelian yang hannya untuk kesenangan belaka, karena manfaatnya untuk masa depan kita juga nantinya. Setelah diubah ke cicilan, pembayaran tagihan menjadi lebih terjangkau dan kita tidak ada alasanuntuk nunggak atau hanya bayar minimum tagihan saja.

Segala bentuk pengeluaran dan penggunaan fasilitas keuangan memang harus direncanakan dengan baik dan teliti agar semua tujuan keuangan kita berhasil. Berakit-rakit ke hulu berenang ke tepian. Resolusi lebaran cermat dan hemat. 

You Might Also Like

10 komentar

  1. Jadi THR ga hanya untuk belanja hura-hura. Makasi banyak infonya ya.

    BalasHapus
  2. Betul mbak Aisya ... Terima kasih sudah mampir

    BalasHapus
  3. wah ada postingan menarik bingits nih, langsung bisa diaplikasikan. Makasi yaa mbak. Betewei udah aku follow Twitternya tinggal nyari IGnya kok gak nemu. Keep Happy Blogging mba Ana :)

    BalasHapus
  4. IG-nya sama mbak Putri @anastasyabee27. Terima kasih ya sdh bewe ke sarangku :)

    BalasHapus
  5. Aku juga udah ikut nih yang semacam tabungan berjangka dan asuransi, biar ngga tergoda diambilin mulu hihihi

    BalasHapus
  6. Betul mbak Rahmi, dg begitu kita lbh disiplin krn semua terjadwal

    BalasHapus
  7. ini caraku jg.. ditambah ama forex..tp krn akhir2 ini IDR tertekan bgt thd USD, jdnya aku milih diconvert ke FCY lain kyk JPY ato EUR.. :) mikir2, udh ga bgitu menguntungkan tabungan IDR soalnya mba :(

    BalasHapus
  8. Iya, kl bisa kombine begitu lbh bagus jd saat rupiah anjlok tetep bs diselamatkan :)

    BalasHapus
  9. Wah Makasih mbak, kayaknya mau langsung cuzz praktek aahhh

    BalasHapus
  10. Monggo, monggo ... Mumpung THR blm terlanjur ludes :)

    BalasHapus

Pengikut