Bapak, Tahukah Engkau?

00.00


“Ann, kamu jangan mudik tiap minggu nanti kamu kecapekan. Mudik kalau pas ada libur dobel aja” kata Bapak kemarin saat aku memasak untuknya dan aku hanya terdiam sambil meneruskan memasak.
“Kamu nggak usah mengkhawatirkan aku, aku baik-baik saja. Kamu harus jaga kesehatanmu di sana” lanjutnya. Tak terasa airmataku menetes dan buru-buru aku mengusapnya.
Bapak, sebenarnya tidak ada rasa lelah atau keberatan bila harus mengunjungimu setiap minggu, perjalanan yang kutempuh memang 12 jam untuk pergi-pulang dan saat di rumah pun aku memang tidak pernah diam, selalu ada yang kukerjakan baik untukmu dan untukku. Tapi percayalah, aku tak lelah mengerjakannya karena aku menyayangimu.
Bapak tentu masih ingat saat kami masih kecil dan bapak harus dinas luar kota untuk satu atau dua bulan, yang bapak lakukan adalah seperti yang kulakukan sekarang. Pulang setiap akhir pekan meski harus menempuh perjalanan 6 jam atau lebih untuk sekali jalan. Dan meski sampai rumah sudah hampir tengah malam bapak tetap melakukannya tiap akhir pekan, dengan alasan sederhana KANGEN ANAK-ANAK.
Bapak juga pasti tidak merasa lelah waktu itu kan? Bapak tetap melakukannya dengan tersenyum dan pagi harinya juga tidak pernah bangun kesiangan, malah seharian masih bisa menemani kami mandi di sungai dan bermain di rumah. Bapak tidak mengeluh capek, malah saat berangkat lagi, wajah bapak berseri dengan semangat baru.
Lalu apakah bila tidak dinas keluar kota Bapak tidak capek? Kami tahu pasti rasa capek itu tetap ada dan Bapak tidak mengeluh karena rasa sayang pada kami terlalu besar. Jadi ijinkan kami melakukan apa yang dulu pernah Bapak lakukan pada kami meski kenyataannya tak akan pernah sepadan. Anak tak kan pernah mampu membalas kebaikan orang tuanya.
Bahkan hingga kami sudah besar dan mandiri pun Bapak masih memikirkan kami, masih selalu menanyakan apakah ada yang bisa Bapak bantu untukmu? Anak tak kan pernah habis merepotkan orang tuanya dan orang tua tak pernah merasa direpotkan.
Tuhan, ijinkan kami membahagiakannya.
Berikan kesehatan untuknya, jagalah jiwanya agar senantiasa tertuju padaMu.
Berkatilah hidupnya dan bila nanti menghadapMu, berikan tempat terbaik di sisiMu.
Amin ….

You Might Also Like

6 komentar

  1. aamiin... huhuhu, jadi kangen bapak juga.. kangen almarhumah ibu juga disana.. ;'(

    BalasHapus
  2. sama mbak, baru pisah sehari sdh kangen

    BalasHapus
  3. Mbak, aku bacanya ikut terharu, jadi inget bapakku sendiri hihihii :(

    Semoga bapak selalu sehat ya mbak, mungkin bapak merasa kasihan jika anak kesayangannya mesti bolak-balik untuk mengunjungi beliau, padahal dulunya bapak juga gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, meski kami sudah pada gede sayangnya masih seperti kami masih kecil, sampe capek aja nggak boleh. terima kasih doanya :)

      Hapus
  4. Semoga Bapak mbak Anas selalu diberi kesehatan dan selalu dalam lindungan Tuhan, aamiin.

    BalasHapus

Pengikut