Bijak Mengelola Uang

01.23

Lulus kuliah, kerja, menikah, punya anak, resign dari kerjaan fokus ngurus keluarga. Ini adalah cita-cita ideal saya dan sebagian teman perempuan yang lain. Namun faktanya hidup tidak selalu sejalan dengan impian kita bahkan meski sudah diusahakan dan dipersiapkan. Sandungan dan kerikil selalu mewarnai setiap perjalan tak terkecuali dengan roda financial kita.
Sering di awal atau akhir bulan kita sudah membuat rencana pengeluaran dengan rapi dan teliti. Celakanya saat gajian, ah ternyata hasil yang didapat tidak sesuai di angan akibatnya harus ada yang dicancel padahal lagi butuh banget. Sebaliknya bila yang kita dapat lebih banyak, ada aja setan merasuki untuk belanja ini-itu padahal gak penting-penting banget. Ujung-ujungnya gaji ludes tak berbekas.
Nah gimana sih supaya gaji kita tidak aus sia-sia, berapapun yang kita terima, karena apapun yang terjadi hidup harus tetap berjalan dan dapur juga harus tetap ngebul. Saat gaji sudah masuk rekening segera kelompokkan sesuai kebutuhan.

Investasi
Penting karena ini butuh waktu panjang bukan sebulan dua bulan tapi bisa bertahun-tahun. Semakin lama berinvestasi hasil semakin besar. Investasi juga bisa menjadi aset kita nantinya. Bentuk investasi pun beragam mulai dari property, surat berharga hingga asuransi.
Kalau saya sih memilih investasi sambil berasuransi. Kenapa saya pilih ini, karena selain berinvestasi kita juga mendapatkan proteksi. Dengan adanya proteksi bila terjadi apa-apa dengan kita sehingga tidak bisa bekerja seperti sediakala semua kebutuhan tetap terpenuhi. Syukur banget kalau kita sehat terus, meski uang premi yang dibayarkan sebagian untuk membayar asuransi dan sebagian lainnya untuk investasi, dengan kita sehat terus bukan berarti investasi berkurang karena tidak selamanya premi terpotong asuransi. Biasanya pada tahun keenam semua premi yang kita bayarkan sudah masuk investasi. Kondisi kita yang sehat terus akan menjadi catatan baik bagi perusahaan asuransi yang bersangkutan.
Jumlah yang kita keluarkan juga tidak harus besar tapi bisa dengan menyisihkan 20% dari pendapatan kita. Tidak terlalu berat kan?

Dahulukan kebutuhan pokok
Namanya kebutuhan pokok jadi harus terpenuhi tidak boleh tidak. Dana yang digunakan untuk kebutuhan yang satu ini biasanya sangat besar. Sebesar apapun jangan sampai melebihi gaji. Siapkan 60% dari gaji untuk kebutuhan pokok.Bagaimana bila kebutuhan pokok kita lebih dari 60%? Berarti kita harus hemat karena masih banyak pos-pos lain yang tidak bisa diabaikan.

Bersenang-senang bukan berfoya-foya
Ini harus beda, senang-senang bisa diartikan dengan sekedar menghibur diri sementara berfoya-foya adalah menghambur-hamburkan uang. Setelah kerja keras sebulan, boleh dong kita relax, refreshing untuk menghilangkan penat. Tidak harus berwisata yang mahal tapi bisa dengan cukup berkumpul dengan sahabat dan kerabat ataupun menjalani hobby sendiri. Untuk itu siapkan sekitar 10% dari penghasilan untuk refreshing.

Upgrade diri
Nggak mau kan selamanya cuma jadi staf aja, boleh dong berangan next time naik jabatan jadi manajer. Nah, untuk cita-cita yang ini kita wajib mengasah diri. Sekarang ini banyak kursus/pelatihan singkat dan juga seminar. Jangan enggan untuk mengikuti acara-acara seperti ini. Selain untuk meningkatkan kemampuan dan menambah ilmu, kegiatan ini juga akan mempertemukan kita dengan orang-orang baru untuk menambah relasi. Semakin banyak relasi tidak menutup kemungkinan job-job sampingan bisa datang dari mereka. Syukur-syukur malah ada yang menggaet kita ke perusahaannya dengan salary dan jabatan yang lebih baik dari sebelumnya. Nggak rugi kan menyisihkan 10% dari gaji untuk meningkatkan kualitas diri.

Dana tak terduga
Masih ada sisa 10% dari penghasilan, ini bisa disiapkan untuk kebutuhan tak terduga seperti sakit ataupun membantu teman dan kerabat yang membutuhkan. Dan bila ternyata dalam sebulan tidak terpakai dana tak terduga ini bisa disedekahkan baik kepada sesama manusia maupun untuk menolong makhluk lain seperti kucing atau anjing rescuean. Dengan kata lain bila dana ini memang kita butuhkan bisa kita pakai bila tidak bisa disiapkan untuk sedekah. Bersedekah tidak akan membuat kita miskin karena dalam setiap rejeki yang kita peroleh selalu ada rejeki orang lain atau makhluk lain.







You Might Also Like

13 komentar

  1. Dana tak terduga sangat perlu disiapkan, biasanya malah kejadian tak terduga butuhnya lebih banyak ya.. :)

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Betul, makanya ada atau nggak kebutuhan tak terduga, dananya tetep harus dianggarkan

    BalasHapus
  4. Kalo aku Kayanya pos gak terduga jadi terlibas habis juga. Huahahaha diada2in Dan diduga2in, abis deh :(

    BalasHapus
  5. Hahahahaha masuk akal juga sih .... :)))

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. yang terpenting mendisiplinkan diri dengan rencana keuangan yang sudah kita buat ya mak.. keren tulisannya.

    BalasHapus
  8. Iya, kunci pengelolaan keuangan itu disiplin. Sekali teledor semua tinggal rencana. Makasih mak .... sudah mampir

    BalasHapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  10. KONSISTEN!! itu kuncinya dan itu kadang sulit (bagi saya) aihaihaih,, saya ini orangnya konsumtif, makanya saya pilih investasi+asuransi, jadi mau gak mau tiap bulan kudu setor uang, kalo nabung ampuun deh ah,, #toyorDiriSendiri suseh,, manfaat bange tmak tulisannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. ideeemmm, aku juga pilih investasi + asuransi, meski gak bisa bayar premi tahunan tp sekarang perusahaan asuransi memperbolehkan bayar bulanan dg syarat debet langsung dr tabungan. jadi lebih tertib nabungnya :)

      Hapus

Pengikut