DUA PAYUNG UNTUK HIDUP LEBIH NYAMAN

00.40

Huft, badan rasanya remuk, semua tulang ngilu. Padahal cuma bersih-bersih dan ngepel doank ..... resiko punya rumah luas, pas nempati enak, lega, leluasa. Giliran bersih-bersih, huehehehehe … siap-siap param kocok deh.
Apalagi kalau gak pernah olahraga, aduh mak! Ngilunya awet. Kalau dibiarin bisa gak kelar-kelar kerjaan, tapi mau ngerjain butuh dopping lebih. Itu hanya efek dari ngilu gegara bersih-bersih rumah, belum kalau sakit. Musti ke dokter dan minum obat. Kalau parah harus opname, bayar lebih mahal. Jadi betul, sehat itu mahal, sakit lebih mahal.
Pemerintah dengan program BPJS-nya berusaha meringankan warganya saat mereka sakit. Warga yang terdaftar sebagai nasabah BPJS, saat sakit biayanya dicover meski tidak 100%, disesuaikan dengan paket yang diambil. Untuk para karyawan, pemerintah mewajibkan perusahaan untuk memberikan fasilitas asuransi kesehatan. Jadi sebenarnya gak ada alasan gak punya asuransi kesehatan karena harga preminya sudah disesuaikan dengan kemampuan masyarakat saat ini. Kalau biaya rumah sakitnya lebih besar? Ya harus nambah sendiri pastinya, di sinilah pentingnya asuransi kesehatan individu.

Asuransi kesehatan dari perusahaan:
  1.  Masa berlakunya hanya ketika kita berstatus karyawan di perusahaan tersebut. Bila sudah pensiun atau tidak lagi menjadi karyawannya, fasilitas ini hilang.
  2.  Jumlah penggantiannya bisa tidak 100%. Tergantung dengan jabatan dan masa kerja. Untuk level-level tertentu bisa 100% tapi untuk karyawan biasa bisa tidak.
  3.  Hanya berlaku di rumah sakit dan dokter tertentu karena perusahaan menjalin kerjasama dengan rumah sakit dan dokter-dokter tertentu. Di luar itu bisa tidak diganti.
  4.  Preminya bisa lebih murah karena sebagian dibayar oleh perusahaan atau bisa juga gratis karena dibayar penuh oleh perusahaan.
Asuransi Kesehatan Pribadi:
  1. Masa berlakunya panjang, sampai dengan masa akhir kontrak dengan perusahaan asuransi. Penting,karena semakin tua tubuh kita semakin renta, kurang produktif dan mudah sakit.
  2. Jumlah penggantiannya bisa 100% sesuai dengan program yang diambil. Bila memiliki asuransi kesehatan lebih dari satu bisa double claim dengan sistem kordinasi. Contoh: saya memiliki asuransi kesehatan dari Sun Life, di kantor saya mendapat fasilitas asuransi kesehatan. Saat saya sakit dan harus rawat inap, asuransi kesehatan dari kantor hanya mengganti 60%. Maka Sun Life akan mengganti sisa biaya rumah sakit pada klaim yang saya ajukan. Begitu juga sebaliknya bila semua biaya rumah sakit sudah 100% diganti oleh kantor maka Sun Life tidak akan menggantinya, karena di dalam asuransi kesehatan tidak diperbolehkan mengambil keuntungan. 
  3. Berlaku di seluruh rumah sakit. Fasilitas kesehatan dari asuransi individu tidak terikat hanya pada pihak rumah sakit atau dokter tertentu. Nasabah bebas memilih rumah sakit mana dan dokter siapa yang akan merawatnya, selama tidak melebihi plafon yang dimiliki. Bila biaya rumah sakit lebih tinggi dari program yang diambil, nasabah harus membayarnya sendiri kelebihannya.
  4. Bisa digabung dengan investasi. Nasabah mendapatkan manfaat ganda, selain penggantian biaya kesehatan juga sebagai tabungan, karena umumnya asuransi kesehatan merupakan manfaat tambahan yang bisa ditambahkan di asuransi individu baik yang unit link maupun non unit link.
  5. Masa pembayaran preminya bisa diatur. Nasabah bisa memilih masa pembayaran premi dari yang 3, 5, 10 atau 15 tahun tergantung dengan program yang dipilih. Jadi tidak selamanya bayar angsuran.
  6. Besarnya premi disesuaikan dengan fasilitas yang didapat, semakin bagus fasilitas yang didapat, premi semakin tinggi. Wajar, ada uang ada rupa.
  7. Proses pengajuan klaim bisa dengan reimburst atau cashless. Reimburst, nasabah membayar dulu ke pihak rumah sakit baru klaim ke asuransi. Cashless, nasabah tidak perlu membayar ke pihak rumah sakit karena biaya perawatannya langsung ditagihkan pada pihak asuransi.
Sakit, datangnya bisa sewaktu-waktu dan bila sudah menyerang mau tidak mau kita harus segera mengobatinya. Meskipun sebagai karyawan sudah mendapat fasilitas kesehatan dari kantor, memiliki asuransi kesehatan individu tetap penting sebagai antisipasi bila biaya kesehatan lebih tinggi dari jatah kantor.



You Might Also Like

6 komentar

  1. Mungkin layak dipertimbangkan sih ya, untuk punya dobel asuransi. Tapi sementara ini sih yang udah ada dari kantor udah lebih dari cukup sih. Ntar mungkin kalo udah berkeluarga baru bakal dipikirin lagi hehehe

    BalasHapus
  2. aku sepertinya sudah cukup puas dengan asuransi ksehatan yang diadakan oleh kantor suamiku

    BalasHapus
  3. dengan dua asuransi jadi merasa lebih bisa tenang ya jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan..

    BalasHapus
  4. Mas Imam, asuransi kesehatan kan bisa ditambahkan kapan aja. Kl sekarang masih lajang asuransinya lebih ke investasi aja, baru setelah berkeluarga ditambahkan asuransi kesehatan. Bisa jd saat berkeluarga asuransi kesehatannya gak perlu tambah premi lagi

    BalasHapus
  5. Mbak Ade Anita, kl asuransi dari kantor suami sudah cukup mengcover kesehatan seluruh anggota keluarga. Target asuransinya bisa dialihkan untuk tambahan dana pensiun nanti atau untuk keperluan masa depan anak, lumayan bisa jd tambahan modal usaha atau biaya menikahkan mereka :)

    BalasHapus
  6. Betul Mbak Rani, karena sifat asuransi kesehatan yg subsidi silang jd kl dari asuransi yg satu tidak mencukupi bisa dicover asuransi satunya lagi

    BalasHapus

Pengikut