Tips Pernikahan Hemat Tetap Sakral

01.28

Bulan-bulan ini banyak banget undangan kawinan, mulai dari yang diadakan di rumah orang tua mempelai, gedung, hotel atau villa. Dari yang tanpa menginap sampai yang diinapkan (nginap dibayari yang punya hajat) hahaha ….

Kalau dihitung-hitung sih, biayanya gede banget, bisa buat beli rumah. Ckckckck … “Biaya nikah gede juga yah?” tanya teman saya.

“Ya setiap orang ingin pernikahannya menjadi moment paling berkesan dan sekali dalam seumur hidup.”

Tapi sebenarnya bisa nggak biaya nikah ini dihemat tanpa mengurangi kesakralannya, kan biaya pasca pernikahan juga tidak sedikit? Nah … nah … kalau sudah begini mulai kan merencanakan betul-betul pernikahan hemat.

Budget paling besar dari pesta pernikahan adalah catering karena besarnya berdasarkan jumlah undangan, semakin banyak undangan makin besar juga biayanya. Untuk mengantisipasinya kita harus seleksi tamu yang akan diundang, bukan bermaksud pilih kasih tapi coba deh kalau dihitung-hitung teman kita ada berapa banyak, mau diundang semua? Yakin mereka bisa pada datang? Tempatnya muat? Nah untuk tamu, undang yang sekiranya bener-bener bisa datang, teman dekat, teman kantor dan relasi yang memungkinkan untuk datang, bila perlu tanyakan kesediannya untuk datang ke acara, jadi sama-sama enak.

Kalau jumlah tamu sudah ketahuan berapa yang mau diundang baru pilih tempat yang bisa menampung para tamu ini. Untuk menghemat biaya pilih waktu siang hari karena bisa menghemat listrik, semakin luas tempat yang digunakan makin banyak lampu yang harus dinyalakan bila pestanya malam hari. Selain itu menyewa tempat di siang hari biasanya lebih murah daripada menyewanya untuk acara malam hari.

Catering, gunakan yang satu kota supaya bisa free transport. Bila ingin menyajikan banyak menu seperti bakso, siomay, sate atau soto bisa memesannya per rombong (tempat jualan). Misal nih, tamu undangan 500 orang, pesan masing-masing menunya 150 porsi jadi bila ada 4 menu akan ada 600 porsi, kelebihan 100 porsi di luar jumlah undangan bisa digunakan untuk mereka-mereka yang kemungkinan nambah atau bawa teman di luar undangan.

Kartu undangan, sekarang ini sudah era digital, bikin aja undangan elektronik jadi bisa dikirim via email atau melalui sosmed secara personal. Jangan dijadikan event di sosmed atau bikin undangan terbuka, karena kalau mereka datang semua terus tempat dan makanannya gak cukup, kita juga yang malu.

Bagaimana dengan urusan make up, foto dan souvenir? Tiga bidang ini termasuk kreativitas dibutuhkan orang-orang yang bisa improvisasi biar style-nya nggak itu-itu aja. Ketiganya menjadi bisnis yang menantang. Ajak teman-teman yang menggelutinya untuk ikut berpartisipasi di acara nikahanmu. Selain memberikan kesempatan mereka untuk berkarya, tentu saja harga yang diperoleh juga harga teman. Kalau temen punya gawe pasti mau dong bantuin, syukur-syukur diskonnya bisa 70%. Jiaaahhh ….

Untuk keperluan lain-lain seperti gaun, sepatu, jas, dan lain-lain yang sekiranya hanya dipakai sekali saat pesta aja mendingan sewa, gak usah beli. Seperti gaun pengantin, kalau beli harganya juga gak murah dan dipakainya hanya hari H, mending sewa karena harga sewanya bisa jadi Cuma seperempat atau bahkan seperlima dari harga beli. Usai pesta gak perlu bingung mikir tempat nyimpan dan perawatannya, langsung balikin aja. Sisa anggaran untuk gaun bisa untuk keperluan yang lain.

Dari sekian banyak penghematan yang sudah dilakukan bila ada sisa dana + salam tempel dari undangan (ngarep bangeeett …..) uangnya bisa ditabung atau diinvestasikan untuk keperluan jangka panjang seperti dana pendidikan anak, dana pesiun atau jadi tambahan modal usaha. Kalau uang dipegang sendiri bisa tergoda beli ini-itu, dananya bisa dititipkan ke Sun Life. Selain aman, hasil investasinya juga bagus.




You Might Also Like

12 komentar

  1. hihi nice! Di Indonesia emang nakutin ketika uda mau resepsi. Mau sederhana/mewah pasti deh ada yang komentar :D mudah2an entar akh lancar semuanya.
    *emang kapan mau nikah?
    jodohnya aja belum datang hahaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. amiiinnn .... semoga jodohnya segera datang. :* :*

      Hapus
  2. Beneerr, uang kalau masih ditangan itu bahayaaa, pasti tergoda beli ini ituuuu

    BalasHapus
    Balasan
    1. makanya saya gak berani pegang lama-lama *cepet2 belanja* #plak :))))

      Hapus
  3. Mbak e siap bener yaa mau rabi...

    Tambah satu yaa, abis nikah langsung cua hanimunnn kbiar greeget rasa manten baru nya hahahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuk ah, hanimun bareng tapi beda pulau yak? wkwkwkkw

      Hapus
  4. Balasan
    1. hallo mbak Anissa .... terima kasih sudah ninggalin jejak. mari kita bw hahahha

      Hapus
  5. Mulai mikir juga ahh *meski jodoh belum dateng hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. sambil baca mantra "datanglah ... datanglah ...." *amiiiiinnn*

      Hapus
  6. Aaakkkk, artikel dirimu ini bermanfaat banget mba...

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku dan kamu banget yaaa .... hahahah ... btw makasih sudah mampir, sayang pas ke malang gak mampir #blah :))))

      Hapus

Pengikut