Dialek Khas Tulungagung Yang Sukses Ngangeni

00.50


Setiap daerah memiliki bahasa dan dialek khas masing-masing bahkan untuk daerah yang tergolong masih satu propinsi. Bahasa masih bisa menyamarkan seseorang ini dari daerah mana tapi dialek yang notabene hanya digunakan oleh orang di daerah itu saja bisa dijadikan petunjuk dari mana dia berasal.

Waktu kuliah, meski saat menggunakan bahasa Indonesia sangat lancar namun ketika bertemu dengan teman-teman sedaerah bahasa dan dialek spontan muncul tanpa bisa ditahan.
Nah, karena aku berasal dan lama tinggal di Tulungagung – Jawa Timur ada beberapa kosakata khas yang sering kami gunakan saat meet up bersama teman-teman yang juga asli Tulungagung.

1. Ket engke  ==>  artinya dari tadi, berasal dari kata “kawitan”  dan “maeng”. Bila diterjemahkan per kata “kawit” berarti “awalan”, sementara “maeng” berarti “tadi”.
2. Sujokno ==> artinya untungnya, biasa digunakan sebagai ungkapan rasa senang karena terlepas dari celaka. 
3. Mangsamu ==> kependekan dari kata rumangsa yang berarti perasaan dan kamu yang disingkat jadi mu.
4. Poh ==> mengekspresikan keheranan seperti kata “wow”.
5. Peh ==> ungkapan rasa kecewa.
6. Ita-itu ==> berarti sombong.
7. Gilo ==> berarti jijik.
8. Mangklekmu ==> ungkapan kesal pada lawan bicara.


Dialek-dialek seperti ini biasa terucap saat ngumpul dengan teman sedaerah. Meski ada yang menunjukkan ungkapan kesal tapi bukan berarti marah. Hanya bercanda saja. Paling suka kalau lagi ngumpul terus ngobrol dengan gaya seperti ini ditemani dengan pohong kukus dipadu dengan sambal bawang. Bisa mengobati kerinduan pada kampung halaman.
 

You Might Also Like

8 komentar

  1. iyak, temen aku yg dr tulngagung jg gt dah dialeknya, unik dan khas :D

    BalasHapus
  2. saya kecil pernah di Tulungagung, jadi kangen... karena kalimat itu dulu sering saya denger, dan kadang saya juga ikutan mengucapkannya...
    Makasih ya mbak postingannya...

    BalasHapus
  3. Sama² mbak Sugi, terima kasih sudah mampir :)

    BalasHapus
  4. setiap daerah punya khasnya ya, kalau di cirebon itu yang bikin unik setiap kata diakhiri dengan kata jeh

    BalasHapus
  5. Peh jian tenan kangen tulungagung aku, suwi ora muleh rono

    BalasHapus

Pengikut