Resolusi : Ekspektasi dan Realita

23.09


Hellooowww Happy New Year! Telat, iya tapi gak papa. Tahun baru hanyalah pergantian tahun yang paling penting bagaimana menjalaninya sepanjang tahun. Resolusi, resolusi .... Selalu disiapkan tiap akhir tahun. Ada yang baru, ada yang melanjutkan dari tahun sebelumnya. Ada juga yang meninggalkan resolusi sebelumnya meski belum tercapai. Lelah!

Tapi jangan salah, ada juga mereka yang tanpa resolusi, hidup mengalir aja. Punya cita-cita, punya. Ada target, ada tapi tak selalu menyebutnya resolusi. Sometimes aku juga begitu. Hidup berputar kadang tak sesuai prediksi. Kalau resolusi tahun sebelumnya banyak yang gagal bagaimana, apakah harus bertahan, meninggalkan atau menggantinya?

Tentu semua bisa dicoba, tapi sebelumnya perlu dicek dulu seberapa besar komitmen kita untuk menjalaninya.

1. Bertahan
Resolusi yang gagal bukan berarti sulit dicapai, kadang kita yang kurang disiplin dan mudah mengabaikannya. Seperti diet, vegetarian. Resolusi ini butuh disiplin tinggi dan kemauan keras. Bila gagal masih layak dipertahankan di tahun berikutnya.


2. Meninggalkannya
Ini bila memang sudah tak terkejar lagi. Manusia berencana, Tuhan menentukan dan seringkali yang menurut kita ini yang terbaik ternyata bukan. Udah mantap pacaran sama si A dan meniatkan hati menikah dengannya di tahun ini. Malang tak dapat ditolak untung tak bisa diraih, kenyataan pahit harus diterima. Si A dijodohkan orang tuanya. Daripada terus menyesali nasib lebih baik tinggalkan A dan isi hari-harimu dengan kegiatan yang lebih bermakna. Siapa tahu bertemu jodoh. Amiiinnn ...

3. Menggantinya
Sah-sah aja mengganti resolusi, baik sementara maupun permanen. Sebuah resolusi bisa saya wujudkan saat sudah mencoretnya dari daftar. Pola hidup vegetarian bisa saya lakukan setelah beberapa kali gagal mencapainya meski sudah dijadikan resolusi. Ketika menggantinya dengan olahraga justru dia malah terwujud. Tidak ada tekanan saat menjalaninya menjadi lebih mudah mencapainya.

Hidup bukan sekedar makan untuk hidup atau hidup untuk makan. Ada keinginan dan cita-cita yang ingin kita wujudkan untuk kelangsungan hidup dan kebahagiaan, namun ada baiknya dalam menjalaninya jangan sampai membuat kita tertekan dan tidak menikmati kehidupan. Karena sebenarnya bahagia itu kita yang menentukan dan setiap orang layak mendapatkannya.




posted from Bloggeroid

You Might Also Like

4 komentar

  1. Biasanya kalo saya resolusi yang saya pertahankan itu terkait kesehatan & lifestyle :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. idem, karena tambah tahun, usia bertambah jadi kesehatan harus tetep dijaga

      Hapus
  2. selamat tahun baru Mbak :)
    semoga segalanya lebih baik di tahun ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. amiiiinnn .... makasih maakkk ....

      Hapus

Pengikut