Menyiasati Kerjaan Banyak Di Waktu Yang Bersamaan

00.29

Ini belum selesai, ambil yang itu. Itu belum beres udah ngerjain yang lain. Trus kapan kelarnya? Multitasking? Kelihatannya, tapi kalau nggak beres-beres, akan berujung penundaan pekerjaan dan semakin ditunda bukan makin selesai malah makin numpuk.

Saya sering mengalami ini, akibatnya kerjaan jadi nggak tuntas dan kita pun jadi kurang puas. Semacam ada tuntutan bahwa perempuan harus multitasking dan harus beres, seperti mengurus anak dan masak. Beberes rumah sambil momong, nyiapin keperluan suami sebelum ngantor sambil nyuapin anak. Aahhhh … terbayang betapa rempongnya, belum lagi kalau ternyata kita juga harus ngantor, double, triple, kuadrat rempongnya.

Namun tetap ada perempuan yang bisa menghandle ini bahkan sendiri tanpa bantuan ART. Warbiayasak!!! Salut saya, usut punya usut memang harus ada kiat khusus bukan sekedar niat dalam mengerjakannya dan komitmen untuk menyelesaikan.

1.  Tetapkan skala prioritas.
Prioritas ini sangat penting dan harus ada, dengan begitu kita tahu mana yang penting dan segera, penting tapi tidak segera dan tidak penting tapi segera atau tidak penting dan tidak segera. Setelah menetapkan ini tentu akan mudah bagi kita untuk memilih mana yang harus dikerjakan lebih dulu.

2.  Tetapkan durasi.
Terlalu asyik mengerjakan sesuatu sering membuat kita lupa waktu dan ini berujung dengan bergesernya jadwal untuk kerjaan berikutnya. Sementara itu sesuatu yang sudah kita kerjakan setiap hari tentu kita sudah tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan. Dengan menetapkan waktu pengerjaan kita tahu berapa waktu yang tersisa untuk menyelesaikan pekerjaan berikutnya.

3. Tetapkan target.
Ini sehubungan dengan sesempurna apa kita harus menyelesaikan sebuah pekerjaan, semakin sempurna tentu semakin memuaskan. Namun adakalanya beberapa pekerjaan tidak menuntut sebuah kesempurnaan, cukup diselesaikan saja. Dengan menetapkan target kita melatih diri kita untuk menjadi lebih expert dalam mengerjakannya dan dengan hasil yang memuaskan.

4. Berikan reward.
Hadiah? Menghadiahi diri sendiri? Iya, menghadiahi diri sendiri bukan hal yang aneh, itu sebagai bentuk penghargaan pada diri sendiri. Hadiahnya juga bisa disesuaikan seperti me time, atau ketika kita sudah menyelesaikan sebuah pekerjaan dengan sempurna, berilah keleluasaan pada diri untuk menikmati sesuatu sepuasnya. Hadiah tidak harus mahal tapi cukup untuk membuat kita lebih happy.


Penasaran bila ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari? Yuk mulai dari sekarang, eh saya juga sedang mencobanya lho dan berharap semua berhasil sesuai target. 

You Might Also Like

6 komentar

  1. aseg, cocok bgd nih bwt aku yg sering didatangi kerjaan rmh tangga bersamaan, makasih ya mak

    BalasHapus
  2. sama-sama maaakk ... aku juga seringa kedubyakan ahhahah

    BalasHapus
  3. Setuju banget ama postingan ini. Dari nomor 1 sampai nomor 4. :-)
    Jadi fulltime mom atau working mom, penting banget membuat skala prioritas agar aktivitas harian berjalan lancar.
    Salam kenal ya mbak :-)

    BalasHapus
  4. full time mom justru harus membuat skala prioritas krn jam kerja mereka 24 jam sehari 7 hari seminggu.

    BalasHapus
  5. Cocok banget nih buat aq yg sering kelimpungan bagi waktu.makasih infox..

    BalasHapus

Pengikut