Anak Kandung dan Adopsi

00.32


Jaman sekarang kalau ngikutin omongan orang bisa merana. Bagaimana tidak, kita yang menjalani hidup, mereka yang komentar lalu kita harus menyesuaikan dengan komentarnya. Doh! Emang ini hidup siapa, yakin kalau saya ngikutin pendapat kalian hidup akan bahagia. Bahagia itu kita yang tentukan bukan orang lain. 

Namun faktanya kita masih sering dibikin baper dengan omongan-omongan mereka apalagi untuk hal-hal yang sensitif, seperti ini lama menikah tak kunjung ada momongan ditanyain melulu, disarankan adopsi, nyuruh nyoba bayi tabung, dan lain-lain. Untuk bayi tabung karena biaya tinggi, tidak semua orang mampu. 

Mengadopsi pun ternyata juga belum bisa bebas dari pertanyaan dan nyinyiran. Sebagian orang tua yang mengadopsi anak sejak bayi, mereka tidak ingin si anak tahu kalau dia diadopsi dan ini menjadi rahasia seumur hidup. Sementara yang mengadopsi saat si anak sudah gede pun gak lolos juga. Ada yang bilang mau enaknya aja lah ngadopsi anak udah gede, mereka udah bisa disuruh, udah bisa ngerjain urusannya sendiri. Lalu ada yang bilang kalau ngadopsi dari bayi lebih memuaskan karena kita bisa menikmati masa tumbuh kembangnya lah, masih berasa ngerawat bayi sendiri #blah. Adopsi ya adopsi, anak kandung ya bukan anak adopsi.

Sebenarnya baik adopsi dari bayi maupun saat anak sudah beranjak gede sama-sama memiliki tanggung jawab besar:

1. Biaya
Namanya juga merawat anak, baik masih kecil atau sudah besar sama-sama butuh biaya. Merawat dari kecil tentu biayanya lebih besar daripada merawat yang sudah besar. Merawat yang dari kecil biaya yang dikeluarkan mulai dari sedikit-sedikit karena anak kecil tidak memiliki banyak kebutuhan sehingga mungkin tidak terlalu berat, sedangkan merawat anak yang sudah besar biaya yang dikeluarkan langsung besar karena kebutuhan mereka sudah beragam.

2. Pertumbuhan dan perkembangan
Orang tua bertanggung jawab atas kehidupan anak baik yang diadopsi dari dari kecil atau saat mereka besar. Pertumbuhan dan perkembangan mereka menjadi tugas penuh orang tua, bila anak melakukan kesalahan kewajiban orang tua untuk mengarahkan pada yang benar. Begitu juga saat anak sakit maka kewajiban orang tua juga untuk mengusahakan kesembuhannya.

3. Masa depan
Setiap orang tua, menginginkan masa depan yang bagus untuk anak-anaknya baik itu anak kandung maupun adopsi, karena tujuan dari merawat dan mengasuh mereka adalah memastikan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Mengingat pada dasarnya adopsi memiliki tujuan yang mulia, ada baiknya tak terlalu mempermasalahkan mengadopsi dari bayi maupun saat sudah besar. Dengan begitu kita sebagai orang tua yang mengadopsi bisa lebih fokus dalam merawat anak. Abaikan saja pendapat orang lain yang berkemungkinan menyakiti hati kita. Karena dalam hidup tidak ada yang kebetulan. Akan lebih baik bila mensyukuri bahwa dengan mengadopsi anak kita telah membantu memperbaiki masa depan generasi mendatang.



You Might Also Like

4 komentar

  1. Mmm, kalau adopsi anak kucing gmn Sya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama aja, kita sbg humannnya jg bertanggung jawab atas keberlangsungan hidupnya

      Hapus
  2. Mama saya juga punya anak adopsi saat anaknya udah gede (berarti jadi kaka angkat saya) orang sekitar emang sering gitu mak. Bisanya cuap-cuap, kan yang ngasih makan kita ya mak, omongan orang mah biarin aja. Berasa angin lalu, menyejukkan gak usah bikin panas. Mereka malah kesenengan, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama mak Revi, ibu dan tante saya juga adopsi anak yg sudah gede, dan saat si anak adopsi ini dewasa dan telah bekerja dia memilih kembali ke orang tua kandungnya, keluarga saya jg merelakan krn kebetulan masih kerabat.jadi intinya saat kita mengadopsi anak adalah memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anak bukan semata kepuasan orang tua semata

      Hapus

Pengikut