YOU'RE WHAT YOU DO

01.18

Tulisan ini bermula dari status facebook beberapa hari yang lalu usai mengikuti sebuah gathering dengan sebuah brand yang mengundang para blogger di Surabaya. Sebenarnya status senada yang ditulis teman blogger kota besar lainnya sudah sering wara-wiri di timeline saya. Namun tiap kali membacanya saya selalu berharap hal itu tidak terjadi di Surabaya. Apa daya kompetisi semakin hari semakin banyak persaingan sudah tak bisa dihindarkan lagi, baik bersaing secara sehat maupun tidak.


Sebutan-sebutan blogger yang mengarah pada sebuah kebiasaan pelakunya pun sudah sering terdengar, mulai dari sebutan yang elegan dan wise yang menunjukkan sebuah personal brand hingga sebutan mengarah pada attitude yang kurang menyenangkan dan tak jarang bikin eneg.
Tak dinyana dari status yang terpublish sehari setelah acara itu saya kebanjiran pertanyaan tentang siapa blogger goodie bag dan blogger nasi kotak. Jujur saja sebutan ini bisa mengarah pada siapa saja termasuk saya sendiri karena pada dasarnya blogger yang datang ke acara apapun mereka mengharapkan benefit baik yang diterima secara materi maupun non materi. Namun ada beberapa person yang tidak bisa mengemas tujuan dengan cantik, tentu saja ini dipengaruhi oleh mental.


Contoh paling gampang saja, dalam setiap event, pihak penyelenggara akan mengirimkan formulir yang harus diisi dan setelahnya akan diseleksi. Saat kamu dinyatakan sebagai blogger terpilih, akan dikirimkan undangan dan diminta konfirmasi kehadiran. Untuk apa? Tentu saja panitia ingin memastikan berapa undangan yang hadir untuk menyiapkan venue dan jamuan. Panitia juga tak ingin undangan tidak mendapatkan tempat yang nyaman dan hidangan cukup. Jadi sebenarnya konfirmasi kehadiranmu itu sangat penting. Bukan berarti bila temanmu ada di acara tersebut lantas kamu yang tidak termasuk undangan atau tidak mengkonfirmasi kedatangan tiba-tiba bisa nyelonong masuk lalu duduk-duduk manis menikmati jamuan.
Bisa saja panitia tidak komplain dengan sikapmu tapi ini menunjukkan kelasmu seperti apa. Karena pada dasarnya apa yang kita lakukan dipengaruhi oleh mental kita. Bila terbiasa dengan mental ksatria tentu akan bersikap lebih bijak dan menjaga nama baik.


Tidak semua panitia menyediakan goodie bag berlimpah, ada kalanya mereka memberikan sesuatu yang standart saja tapi mengalihkan pada benefit lainnya seperti hadiah yang menarik, venue yang nyaman dan pembicara yang handal. Semua tentu sudah diperhitungkan masak-masak bukan sekedar menghabiskan budget. Dan bila menurutmu apa yang kamu terima kurang layak ada baiknya ditanyakan saat mengirimkan konfirmasi kehadiran karena panitia selalu mencantumkan “untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi no. 081xxxx.” Jangan bertanya pada peserta lain yang belum tentu punya tujuan sama denganmu “berburu goodie bag”, itu sama saja kamu menerjunkan harga dirimu dengan cara konyol. Sekali lagi ini kembali pada mental.
Yeah, siapapun bisa berpredikat blogger goodie bag atau nasi kotak tergantung sikap. Semua ini bisa berubah meski pasca menulis status itu mereka yang mencoba mengkonfirmasi mengerucut pada beberapa nama dan menurutnya praktek itu sudah dilakukan sejak lama. Saya pun shock lagi, tapi bagaimana lagi, mungkin sudah habit. Pertanyaannya adalah orang-orang yang selama ini dekat tidak mengingatkan, baik secara langsung atau sembari bercanda bisa diselipkan.
Yang sering terjadi malah di setiap foto yang terposting di akun sosmed dicaption “Alhamdulillah ya, blogger akur, selalu adem ayem, tidak ada dusta di antara kita. Dan tidak gunjang ganjing sana sini.” Faktanya masih ada yang membicarakan di belakang padahal kalau di frame picture terlihat kompak banget ya … Pura-pura gak ada apa-apa padahal ada.
Quote dari seorang teman “Gak semua kehangatan dalam bingkai foto itu benar-benar terjalin”, ya iya lah di foto harus mepet dan mesra biar semua masuk dalam frame. Habis foto bubar deh.
Jadi sebenernya siapa kita adalah apa yang kita lakukan. Baik atau pura-pura baik, pada waktunya akan terkuak. Dan karma itu dekat, setiap perlakuan kita pada orang lain akan cepat berbalik. Semua terserah kita karena kita yang menerima resiko itu.

You Might Also Like

22 komentar

  1. Hahaha. Aku tak nyimak karo mesem

    BalasHapus
  2. lempar nasi kotak sama goodie bagnya dong mbak biar bisa buat foto narsis *lah nek aku blogger foto ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. everytime is a great moment lah yaaa ... makanya harus difoto wkwkwk

      Hapus
  3. waduh..... mak jleb banget
    aku jadi was-was, termasuk golongan yang mana ya dirikuh ini???

    tapi yang jelas saya termasuk orang yg gak peduli polahe orang lain,
    krn saya selalu berusaha menjadi blogger yang resmi dimanapun berada hehehehe (emang ada yg gak resmi ya)
    dan selalu menikmati fasilitas yg diberikan pada pengundang krn itu adalah rejeki kita
    kalau ada yg nyinyir dan ngurusi kita.... EGP aja deh (memangnya dia juga nggak gitu? ngaca dulu deh hihihihi)

    terima kasih tulisannya.... bisa menjadi bahan introspeksi diri saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. jadi diri sendiri itu lebih penting, gak pake nyinyir yg ujung-ujung malah kita sendiri yg ngelakuin apa yg sudah dinyinyirkan

      Hapus
  4. Aduh aku mah blogger yang belum nemu jati diri hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe ... lambat laun jati diri itu akan terbentuk sesuai passion kita

      Hapus
  5. Nyimak... belum pernah ikut sekalipun soale hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sesekali ikutan mbak ... banyak kok sekarang event yg mengundang blogger

      Hapus
  6. Jadi tahu seluk beluk blogger.
    Aku blogger ndeso mba, belum pernah ikut acara seperti itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ternyata nggak sesimple yang terlihat ya ...

      Hapus
  7. Aku belom pernah ikutan acara diundang juga ga pernah hahaha tp baca ini jd tau oalah dibalik itu ternyata y....

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga nggak menemukan apa yg saya temui mbak, sumpah nyesek

      Hapus
  8. Aku baru sekali ikutan gathering blogger. Masih newbie mbak, masih mempelajari juga.. Ternyata ada yang begini yaa hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada, jangan kaget ya kl ketemu yang begini hihihi

      Hapus
  9. baru tau nih ada yang kaya gini.. aku sih kalo tiap dateng ke acara undangan, yang pasti ngarep pulang bawa ilmu dan punya bahan untuk nulis.. sisanya bonus.. yang paling penting, mau seru atau boring acara yang kita datengin, mau nyenengin atau enggak temen-temen dan pengisi acaranya, jangan dijadiin status sih, soalnya nanti kalo diliat sama brand malah bakal lebih ngejatohin diri sendiri.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betulll... Setuju banget sm kamuuu...

      Hapus
  10. Wah, ternyata kehangatan dalam frame tidak seperti kenyataannya,sadeees mbak.

    Tapi ternyata ada juga yg seperti itu yaaa.

    BalasHapus
  11. Nah ini
    Beberapa waktu lalu sempet rame nih di Jakarta. Ada (ngaku) blogger ikut hadir di satu acara, padahal dia gak masuk list nama peserta, minta goodie bag dan kok yo pas bener dia dapat door prize, jadilah ribut karena tak ada satupun blogger yang kenal dia.
    Duuuh segitunya nyari goodie bag

    Klo saya mah, blogger narsis aja dah. Dimana ada kamera, saya lari kesana hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, yg itu aku baca di statusnya blogger Jakarta, ngeri ya ....

      Hapus

Pengikut