ECO DRIVING, CARA HEMAT MERAWAT KENDARAAN

13.00

Earseedo – Eco-driving, kini menjadi salah satu gerakan yang paling banyak didengungkan bagi para pengemudi kendaraan bermotor.  Mengingat semakin padatnya jalan raya oleh jejalan kendaraan yang menghasilkan polusi udara, seiring meningkatnya populasi kendaraan. Menurut OICA & Wardsauto, di tahun 2010 saja jumlah kendaraan bermotor di dunia sudah mencapai 1 milyar dan ini akan terus meningkat yang di tahun 2035 nanti, diprediksi tembus 2 milyar.
Sementara itu sejak tahun 2010 hingga 2015, produksi kendaraan bermotor terus meningkat dari 77,6 juta menjadi 90,8 juta unit. Ini artinya setiap tahunnya produksi kendaraan bermotor rata-rata mencapai 84,6 juta unit. Jumlah yang tidak sedikit dan berpotensi menimbulkan polusi. Tak hanya polusi yang bertambah, pemakaian bahan bakar pun akan semakin banyak. Hasil penelitian dari Navigant Research, konsumsi energi pada sektor transportasi darat mencapai 81,1 quadrillion Btu pada tahun 2014 dan akan terus meningkat menjadi 101,7 quadrillion Btu di tahun 2035. Kebayang kan beratnya beban bumi kita? Bisa-bisa saat anak cucu kita lahir nanti udara bersih menjadi barang mewah.
Apa yang bisa kita lakukan untuk mengantisipasi semua ini? Menciptakan teknologi ramah lingkungan seperti merekayasa mesin untuk menaikkan efisiensi BBM dan mengurangi CO2. Penggunaan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan, memperbaiki infrastruktur dan memperbaiki perilaku pengemudi.
Dari sekian banyak cara, perilaku pengemudi memegang kunci utama tercapainya tujuan ini karena pusat pengendalinya adalah diri kita sendiri. Eco-driving adalah cara mengemudi yang bertujuan untuk mengoptimalkan konsumsi bahan bakar dan sangat berperan dalam mengurangi resiko kecelakaan di jalan raya. Nissan sebagai salah satu perusahaan perakit dan distribusi mobil di Indonesia yang aktif berkontribusi dalam melakukan program sosialisasi program edukasi public tentang eco-driving.
Bertepatan dengan Hari Pahlawan, Nissan bersama Mobil123.com, Portal Otomotif No. 1 mengundang sejumlah blogger dan media, mengajak untuk mengedukasi masyarakat tentang eco-driving di Buro Café, Surabaya.

Sugihendi (kiri) dari Nissan dan Indra (kanan) dari Mobil123.com sedang memaparkan apa itu eco-driving
Pada dasarnya ada 3 aspek driving skill yaitu Smart Driving (mengemudi cerdas), Protecting Lives (menjaga keselamatan) dan Saving Fuel (menghemat bahan bakar).
Ada beberapa hal penting yang harus diketahui sebelum berkendara:
  1. Gunakan bahan bakar sesuai nilai oktan yang disarankan, semakin tinggi nilai oktannya, pembakarannya semakin sempurna untuk menghasilkan tenaga yang maksimal dan ini akan membuat hasil gas buang jadi lebih bersih.
  2. Periksa tekanan angin pada ban. Bila tekanan angina kurang bisa menyebabkan keausan pada ban dan boros bahan bakar.
  3. Jangan membawa muatan yang berlebihan. Membawa beban berat dibutuhkan tenaga yang lebih besar pula dan ini otomatis akan membutuhkan konsumsi bahan bakar yang lebih banyak.
  4. Rutin service berkala. Penting, agar kendaraan selalu dalam kondisi maksimal karena saringan udara dan oli kotor, busi yang aus serta oli mesin yang lama tidak diganti bisa menyebabkan masalah pada system control emisi yang berujung pada pemborosan bahan bakar. 

Eco-driving menjadi skill yang harus dimiliki oleh profil pengemudi masa kini dan masa depan, bukan sekedar untuk menghemat biaya tapi juga demi keselamatan diri sendiri dan orang lain. Yang lebih penting lagi untuk menjaga lingkungan.
Tahapan-tahapan memulai eco-driving:
  1. Lakukan akselerasi/penekanan pedal gas secara bertahap. Hindari start dengan akselerasi tinggi, saat dirasa tenaga cukup segera pindahkan ke gigi yang lebih tinggi karena akselerasi yang mendadak berakibat meningkatnya konsumsi bahan bakar.
  2. Hindari membebani mesin atau putaran mesin berlebihan. Gunakan posisi roda gigi yang sesuai dengan kondisi jalan. Untuk transmisi manual sebaiknya pindah gigi di 2000 RPM agar tetap ekonomis tanpa harus kehilang torsi untuk menggerakkan kendaraan. Sementara transmisi otomatis putaran mesin dijaga di sekitar 2000 RPM agar pemakaian bahan bakar optimal.
  3. Antisipasi terhadap kondsi lalu lintas untuk menghindari akselerasi mendadak yang terus-menerus. Selalu jaga jarak aman dengan kendaraan di depan kita. Untuk jalanan macet ‘stop n go’ injak pedak gas dengan pelan dan rasakan agar mobil bergerak perlahan dan segera lepas pedal sedikit.
  4. Jangan meletakkan kaki pada pedal kopling (transmisi manual) saat berkendara, ini akan menyebabkan kopling aus lebih cepat dan menjadi terlalu panas serta boros bahan bakar.
  5. Hindari pengereman yang tidak perlu, gunakan engine brake untuk mengurangi kecepatan.
  6. Pertahankan kecepatan wajar saat di jalan tol.
  7. Hindari mesin menyala dalam kondisi netral terlalu lama. Matikan mesin kendaraan bila sedang berhenti atau menunggu lama.
  8. Nyalakan AC dengan temperature yang tidak terlalu dingin atau matikan bila perlu.
  9. Tutup jendela saat berkecepatan tinggi karena akan mengganggu aerodnamika kendaraan dan menurunkan nilai ekonomis bahan bakar.
  10. Jangan agresif di jalan. Perilaku ini selain membuat kita cenderung lebih stress juga akan memicu pengendara lain untuk ikut agresif. Membahayakan diri sendiri dan orang lain. Stay calm aja.

Blogger Surabaya, perempuan tangguh masa kini dan nanti
Populasi kendaraan tidak mudah untuk dibendung seiring kemajuan teknologi dan kebutuhan manusia. Namun kita tetap bisa menjaga lingkungan dengan memaksimal eco-driving. Banyak manfaat dari penerapan eco-driving skill: 

  • Biaya. Eco-driving akan menghemat bahan bakar dan uang dalam jangka panjang karena biaya pemeliharaan menjadi lebih rendah.
  • Mengurangi emisi gas rumah kaca (CO2) dan mengurangi polusi udara.
  • Menjadikan kita pengendara yang bertanggung jawab dengan menjaga kenyamanan diri sendiri dan orang lain baik penumpang maupun pengendara lain.
  • Mampu mengurangi resiko kecelakaan dengan meningkatkan keselamatan saat berkendara.

Yuk, mulai ber-eco-driving dari sekarang. Kapan lagi? Siapa lagi kalau bukan kita yang memulai.

You Might Also Like

5 komentar

  1. Kalau Eco Driving buat pengemudi motor apakah sama dengan yang diterapkan pada pengemudi mobil?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa lah tinggal sesuaikan aja dengan komponen motornya

      Hapus
  2. Bisa selamat sampai tujuan tergantung perilaku pengendara ya? Bukan soal mewahnya kendaraan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener teh Ani, mental drivernya sangat berpengaruh pada keselamatan

      Hapus
  3. Eco driving emang penting banget sih untuk ikut menjaga lingkungan. Ternyata penggunaan rem dan AC berpengaruh juga ya

    BalasHapus

Pengikut