WORLD AIDS DAY 2016 : MARI BERUBAH, MASA DEPAN GEMILANG TANPA HIV

23.24

World Aids Day 2016 Sumber : twitter

World AIDS Day, diperingati setiap tahunnya pada tanggal 1 Desember, kali ini saya berkesempatan memperingati bersama-sama teman blogger di Jawa Timur dan Kementerian Kesehatan RI di Hotel Tanjung Surabaya dalam Temu Blogger Kesehatan yang bertajuk “Menuju Indonesia Sehat”.

Acara yang dikemas dalam bincang santai antara blogger dan dinas terkait ini banyak memberikan informasi seputar HIV AIDS, ODHA dan usaha pemerintah untuk mencapai zona 3 Zero dalam penanggulangan penyakit yang banyak menelan korban ini.

Hadir sebagai nara sumber kali ini ada bapak Oscar Permadi – Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat, dr. Wiendra Waroruntu – Direktur P2PML Kemenkes, bapak Ansarul Al Huda – Perwakilan dari Dinas Kesehatan Jawa Timur dan bapak Farid Afifi dari LSM Mahameru.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, sejak tahun 2005-2015 jumlah penderita HIV di Indonesia mencapai 191.073 orang. Bukan jumlah yang sedikit mengingat virus ini tidak secara langsung menunjukkan gejalanya. Dibutuhkan waktu yang cukup lama. Semua ini bisa terjadi karena kurangnya informasi dan perilaku hidup yang tidak sehat.

Media penularan HIV AIDS bisa melalui darah, sperma, cairan vagina dan air susu ibu. Jadi tidak heran bila ada bayi yang tiba-tiba terdeteksi menderita AIDS karena bisa saja sang ibu adalah ODHA (Orang Dengan HIV Aids) dan dia menularkan virus melalu proses kehamilan, melahirkan dan menyusui.

Penggunaan jarum suntik yang tidak steril dan dilakukan secara bergantian. Hubungan seks dengan berganti-ganti pasangan baik yang sejenis maupun lawan jenis. Keduanya berpotensi tinggi menjadi penyebab tertularnya penyakit yang setiap tahunnya merenggut lebih dari 1 juta nyawa ini.

Peringatan World Aids Day di Indonesia kali ini mengusung tema “Mari Berubah, Masa Depan Gemilang Tanpa Penularan HIV”. Tidak berlebihan kiranya karena dari pemerintah sendiri sudah menyediakan banyak sarana bagi masyarakat baik yang sudah terdeteksi maupun yang belum untuk mengupayakan diri menjadi sehat.

Melawan HIV AIDS menjadi tanggung jawab kita bersama bukan hanya ODHA
Sumber : twitter
Pencegahan dan deteksi dini dapat dilakukan engan tes HIV yang bisa dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan. Akses pelayanan ini juga sudah tersedia 38 Kabupaten dan Kota di Propinsi Jawa Timur. Kendala saat ini adalah kurangnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatannya apalagi melakukan tes HIV, karena pada umumnya mereka malu bila ketahuan terkena HIV. Lebih-lebih mereka takut dikucilkan dari lingkungan tempat tinggalnya karena dianggap membahayakan.

Temu Blogger Kesehatan Jawa Timur
Sumber : twitter

HIV AIDS merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan menerapkan perilaku hidup sehat. Bagi mereka yang sudah terdeteksi HIV AIDS ada beberapa cara yang bisa ditempuh untuk menjaga kesehatannya:
  1. Terapi Anti Retroviral atau ART (Anti Retroviral Theraphy), terapi ini berfungsi menghambat perkembangan virus guna memberikan harapan hidup yang lebih panjang. Untuk ibu hamil tidak dianjurkan mengkonsumsinya karena obat ini hanya bersifat memperlambat perkembangan saja tidak mematikan virus. Dikhawatirkan penggunaan obat ini akan tetap memberikan kesempatan penularan virus pada janin.
  2. Obat Anti Retro Viral atau lebih dikenal dengan ARV, obat yang berguna untuk menghentikan kerusakan sel dalam tubuh akibat HIV. Pengobatan ini bertujuan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar tidak terjadi kerusakan sel yang lebih parah lagi. Pemakaiannya seumur hidup karena bila dihentikan akan membuat tubuh menjadi resisten. Obat ini aman untuk ibu hamil 

Penderita HIV AIDS  saat ini tidak seperti penderita-penderita sebelumnya dimana secara fisik para ODHA (orang dengan HIV AIDS) mereka terlihat kurus kering dan lemah, maka ODHA sekarang bisa terliat sehat dan segar bugar. Karena itu menjadi tantangan tersendiri bagi kita untuk membuat mereka dengan sukarela dan sadar melakukan pemeriksaan serta pengobatan.

Seperti diungkapkan bapak Farid Hafifi dari LSM Mahameru, "Bantu kami untuk mengedukasi kepada masyarakat untuk dapat pencegahan dan pengendalian terhadap HIV AIDS.”

Peduli HIV AIDS. Sumber: twitter

Menanggulangi HIV AIDS bukan berarti menjauhi penderitanya tapi kita harus bisa memutus mata rantai penularannya dan yang sudah positif HIV wajib minum obat. Pemerintah sudah membuat program GERMAS, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang diprakarsai oleh Presiden Joko Widodo. Program ini bertujuan untuk mengajak dan mengedukasi masyarakat akan pentingnya hidup sehat melalui:
  1.  Melakukan aktifitas fisik. Dengan berkatifitas fisik otomatis kita melatih tubuh kita untuk terus bergerak dan tidak pasif diam. Aktifitas fisik ini diharapkan bisa meningkatkan daya tahan tubuh karena latihan yang rutin.
  2. Mengkomsumsi sayur dan buah. Pada sayur dan buah banyak zat makanan yang diperlukan oleh tubuh, dengan mengkonsumsinya secara rutin kita berupaya untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuh kita.
  3. Tidak merokok. Semua orang tahu bahaya dari merokok dari menyebabkan kanker, impoten dan tentu saja pemborosan.
  4. Tidak mengkonsumsi alcohol. Mengkonsumsi alcohol jelas membahayakan kesehatan dan bisa menurunkan stamina tubuh.
  5. Memeriksa kesehatan secara rutin. Ini adalah upaya kita untuk menjaga kesehatan, dengan periksa secara rutin kita akan tahu apakah tubuh kita sehat-sehat saja atau sebenarnya sakit tapi kita tidak menyadarinya.
  6. Rajin membersihkan lingkungan. Lingkungan kotor akan mengundang banyak virus dan bakteri yang bisa menjadi sumber penyakit, dengan menjaga kebersihannya kita sudah menjaga kita dari calon-calon penyakit yang menghampiri.
  7. Menggunakan jamban. Penting, karena setiap hari kita buang air besar dan ini merupakan kotoran yang dihasilkan oleh kita sendiri. Jadi sudah seharusnya kita menjaga kebersihan baik lingkungan maupun diri sendiri. 


You Might Also Like

2 komentar

  1. Mbak poin 7 itu aku jadi inget dulu waktu kecil pernah tinggal di kota yang hampir di setiap rumahnya nggak ada jamban lo...aku pas itu merasa aneh...tapi ternyata memang ada

    BalasHapus
  2. Biasanya mereka ke sungai kl poop

    BalasHapus

Pengikut