GEKIKARA, RAMEN PEDES UP & DOWN

20.10


Mie instan memang bisa diandalkan saat darurat lapar. Karena cara memasaknya yang gampang, sekarang ini juga tersedia banyak varian. Memang kalau urusan kenyang tergantung dengan standart perut masing-masing sih dan sekarang pun sudah tersedia berbagai macam ukuran jadi tinggal menyesuaikan kebutuhan saja.

Meski banyak nasehat yang menyarankan untuk tidak terlalu sering mengkonsumsi mie instan tapi tetap saja punya persediaan untuk antisipasi darurat lapar. Nah, belakangan sedang ngetren “ramen”, mie jepang yang satu ini pun ada bentuk instannya.

Dari berbagai merek yang beredar di pasaran, akhirnya pas ke minimarket pilihan saya jatuh ke “Gekikara Ramen” dari Nissin. Saya tertarik dengan Gekikara karena dia punya versi Extra Hot, cocok banget untuk saya yang doyan pedes.

Bungkus warna merah membaranya sangat menyakinkan kalau rasanya bakal pedes banget, saya pun sempat berpikir untuk tidak menyantapnya sebagai menu sarapan. Bayangin aja, perut kosong terus makan ini yang pedes banget. Bisa mules seharian. Jadilah produk ini tersimpan beberapa hari di rumah karena saya mencari waktu yang tepat untuk menikmatinya dan menjaga dari efek samping yang tidak diinginkan.

Taraaaa …. Waktu yang ditunggu akhirnya datang juga. Sabtu malam minggu pas hujan pula. Saya pun menyiapkan penawar pedasnya, berupa camilan keripik singkong.

Dag dig dug menuju dapur sambil baca-baca cara memasaknya di bagian belakang kemasan. Simple seperti memasak mie instan lainnya. Tinggal didihkan air lalu masukan mienya. Biarkan kurang lebih 3 menit lalu aduk supaya matang merata. Tuangkan semua bumbunya di mangkok kemudian tuang mie ke mangkok aduk merata dengan bumbunya. Tambahkan kuah secukupnya. Wow, saat mengaduk mie dengan bumbunya aroma pedasnya berasa banget, saya sampe bersin dibuatnya.

Setelah panasnya berkurang saya pun mulai menyeruput kuahnya, hmmm … betul kan …. Pedesnya lebih pedes dari yang lain, cocok dengan selera saya. Bumbunya lebih asin dari mie instan lainnya dan ramennya sedikit eneg jadi kurang match dengan pedes kuahnya. Porsi yang terlalu banyak juga akhirnya kurang semangat untuk menghabiskannya.


Dengan harga 5600 rupiah mungkin ini cukup lumayan yak arena porsinya yang memang besar dan bumbu yang lebih banyak dari rekan sesame mie instan lainnya.

Kalau kalian bukan penggemar asin-asin, untuk menghindari apa yang saya alami mungkin bisa menambahkan kuah lebih banyak atau menambahkan sayuran hijau. Selain itu sayur juga bisa mempercantik tampilannya sehingga semangat makan pun bertambah.

Nah, karena porsinya yang lumayan banyak nih, daripada nggak habis dan terbuang sia-sia mending ajak beberapa teman untuk makan bareng. Dengan begitu selain menambahkan sayur bisa juga ditambah bakso, sosis atau telur. Seru kan makan bareng-bareng. Masaknya gampang dan bahannya mudah didapat.

Next, saya pengen nyoba lagi dengan tambahan sayur, telur dan irisan cabe. Tunggu ya ….




You Might Also Like

8 komentar

  1. ini termasuk makanan kesukaan klo lagi baper (kebawa laper) kak di malam hari biasanya ak makannya ku tambahin merica plus goreng nuget enak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. pedesnya dia kan kayak pedes merica? gak mules tuh, e tapi nugget gorengnya boleh dicoba nih :)

      Hapus
  2. Balasan
    1. Hai Kak Freddy... Terimakasih sudah mampir... ������

      Hapus
  3. Mba, pedesan mana ama samyang? Yg kuahnya kan jg ada tuh.. Kalo ini lbh pedes aku mau cobain juga :D. Samaaa aku juga pecinta pedes bangettt :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pedesan samyang, bedanya gegikara cenderung asin sementara samyang agak manis

      Hapus
  4. aku juga lumayan suka ama gekikara ini, rasanya cocok kok di lidahku yang jowo banget ini he3

    BalasHapus
  5. Belum pernah makan mie yang ini . Sepertinya Yummi.. thanks mbak.. ntar nyoba ah..

    BalasHapus

Pengikut