MENGENDALIKAN POPULASI KUCING DI SEKITAR KITA, ADOPSI YUK!

02.50

Bunden & Mer-Mer, kucing saya adopsi dari jalanan. dok. pribadi
Serius belakangan ini kadang saya sedikit parno untuk buka pesan malam hari baik melalui WA, messenger, maupun inbox di instagram. Bukan apa-apa, seringkali pesan yang dikirimkan ini berupa permintaan tolong rescue kucing, open adopsi maupun foster sementara. Kondisi kucingnya pasti sangat memprihatinkan, mulai dari kitten yg belum melek lengkap dengan tali pusarnya sampai dengan yang luka menganga dan ketika tahu lalu tidak melakukan apapun sejujurnya ini menjadi buah pikiran, ujung-ujungnya malah nggak bisa tidur. Saya yakin tidak sendirian, banyak teman-teman cat lover sering mengalami hal yang sama terutama mereka yang aktif di group pecinta kucing.

Saya pernah mencoba iseng membuat survey kecil-kecilan di sebuah group pecinta kucing tentang siapa saja yang ingin mengadopsikan kucingnya dan dalam kurun waktu 24 jam, terdata ada sekitar 100 ekor lebih kucing yang membutuhkan keluarga dengan berbagai alasan. Over populasi menjadi alasan yang paling banyak dikemukakan oleh owner untuk mencarikan anak bulunya keluarga baru yang bersedia merawat mereka.

Sebaliknya saya juga membuat survey kecil-kecilan tentang siapa saja yang berniat mengadopsi kucing dalam waktu dekat maksimal satu bulan ke depan. Hasilnya sungguh miris, dalam waktu 2 x 24 jam hanya ada satu orang cat lover yang berniat mengadopsi kucing lagi dan itupun hanya bisa satu ekor. See ….!!! Terus nasib yang 99 ekor ini bagaimana? Menjadi PR besar bagi kita semua.

Lucee, kucing pabrik yang sudah steril. dok. pribadi
Pada dasarnya pertambahan kucing di suatu tempat bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti:
1. Kelahiran
Setiap kelahiran pasti menambah jumlah anggota yang berakibat bertambahnya biaya pakan, tempat jadi lebih sempit dan biaya perawatan bila ada yang sakit ataupun perawatan lainnya.
2. Rescue
Merescue kucing baik karena dia sakit atau terluka maupun kitten yang tertinggal induknya juga bisa menambah jumlah anggota meskipun dasar dari merescue adalah untuk menolong karena biasanya kucing yang direscue ini dalam kondisi darurat dan harus segera. Resucuer sering berprinsip “tolong dulu abaikan jumlah di rumah yang penting dia aman dulu.”
Merescue pun sebenarnya tidak melulu dibawa pulang karena pada kondisi darurat biasanya langsung dirujuk ke klinik terdekat. Ini untuk kucing yang sakit atau luka dan butuh perawatan medis. Tentu saja akan berdampak pada biaya yang harus dikeluarkan di luar biaya rutin selama ini.
3. Dibuangin anak kucing/kucing
Seseorang yang memelihara kucing di rumah apalagi dalam jumlah banyak rentan dijadikan tempat pembuangan anak kucing. Saat masih ngontrak dan kucing dibebaskan keluar masuk, sering di pagi hari, pas buka pagar tiba-tiba ada kitten tanpa induk kruntelan di depan pagar, atau malam hari tiba-tiba denger suara kitten teriak-teriak padahal semua kucing di rumah sedang tidur. Ternyata ada yang naruh mereka di halaman rumah.
Mau tidak mau penghuni rumah pasti memberi makan anak kucing yang dibuang di tempatnya ini meskipun mungkin tidak memasukkan ke dalam rumah dan pasti berdampak pada biaya dan tidak menutup kemungkinan keluhan dari tetangga. Sejak saat itu saya tidak pernah mengeluarkan kucing bersamaan tanpa pengawasan.

Lalu apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi populasi ini karena dalam jumlah besar kucing bisa dianggap sebagai hama yang harus dibersihkan. Belum lagi dengan jumlah yang banyak mereka harus bersaing satu sama lain untuk mendapatkan makanan ataupun memperebutkan pasangan dan ini rentan terjadi luka yang diakibatkan dari perkelahian. Tak cukup itu saja, abuse yang mereka terima dari orang yang tidak suka maupun tidak peduli dengan keberadaannya semakin menambah deretan panjang penderitaannya.

Pathy, kucing yang direscue karena nyangkut di pagar tinggi dan tidak bisa turun.
dok. pribadi
Bisakah ini diakhiri? Jawabannya mungkin tidak bisa sekaligus tapi kita bisa bertahap meringankan beban mereka dengan beberapa cara:
1.  Steril. Ini adalah cara medis untuk memutus reproduksi mereka dan menghindarkan lahirnya anak kucing baru dan bisa menekan populasi cukup signifikan. Kucing yang sudah disteril tidak bisa hamil maupun menghamili. Dengan demikian populasi mereka akan terhenti, kucing jadi lebih sehat dan kalem. Manfaat steril lainnya bisa cek disini.
2. Adopsi. Mengadopsi kucing baik dari teman maupun dari jalanan bisa menjadi upaya kita untuk mengurangi populasi di suatu tempat. Makanya kita sering mendengar dan melihat orang-orang yang di rumahnya atau di lingkungannya banyak kucing mencari adopter untuk mereka. Selain mengurangi populasi mereka di lingkungan yang bersangkutan, langkah ini juga sebagai upaya agar si kucing lebih sejahtera di tempat baru.
3. Edukasi. Gampang-gampang susah melakukan ini apalagi bila kita berada di lingkungan yang membenci kucing, namun apapun itu sebagai pecinta kucing tentu kita tidak ingin kucing-kucing di sekitar kita teraniaya oleh lingkungan sendiri. Dibutuhkan edukasi agar lingkungan mau menerima mereka, kalaupun tidak memelihara setidaknya tidak menyakiti. Setiap cat lover punya tugas untuk mengajak orang-orang di sekitarnya untuk peduli dengan keberadaan makhluk lucu satu ini. 

Masih banyak solusi untuk kesejahteraan mereka, sejauh ini saya baru melakukan 3 hal ini. Yang punya ide lain silahkan komen di postingan ini ya …. Thank youuuuu 


Sari, kucing yang dibuang ke pabrik dan telah teradopsi
dok. pribadi

You Might Also Like

7 komentar

  1. baru aja mba kejadian dirumahku kemarin ada yg tega buang 3 kitten pake kantong plastik dpn rumah. berhubung kami sdh pny 2 kucing akhirnya kakak ipar saya yg sblh rumah mau memeliharanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, kakak ipar bersedia merawatnya. Semoga dilimpahkan rejekinya dan terjaga kesehatannya. Jujur aja ngerawat kitten itu lebih capek daripada kucing dewasa.

      Hapus
  2. biasanya banyak kucing hamil yang datang ke rumah dan minta makan mbak, trus kalo udah lahiran dia dengan sadar membawa anaknya pergi, trus pas hamil datang lagi, hiks, salahku apa? Tapi aku gak tega mengusirnya. maaf curcol. Trus gimana cara mengatasinya? hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu biasanya karena mereka sudah nyaman dengan rumah mbak Eni, bukan krn salah mbak. solusi untuk mencegahnya adalah menyeterilkan induknya dengan begitu dia tidak akan hamil lagi. begitu juga bila anak kucing sudah cukup umur, meskipun belum pernah kawin lebih baik disteril agar jumlahnya tidak terus bertambah

      Hapus
  3. Huhu sekarang kucing di lingkunganku banyak banget. Kucing liar semua yang suka pup dan ambil makanan sembarangan. Nggak semua kucing liar deng. Ada kucing tetangga juga yang nggak diurusi. Harusnya dia baca ini T__T

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, owner-owner yang tidak mau ngurus kucingnya ini sebenarnya bisa dilaporkan ke pihak berwaib dengan pasal penelantaran binatang piaraan karena ini bisa mengganggu lingkunga dan membahayakan kucingnya sendiri. gemes juga sih sama owner kyk gini, makanya di tempatku berlaku "tawan karang" jadi kucing siapapun yang masuk ke areaku dan minta makan aku pasti tak steril, nggak peduli dia liar atau berpemilik

      Hapus
  4. Aku setuju sama program steril. Soalnya kl adopsi, pasti ada keterbatasan kita juga maksimal bs ngerawat berapa, ya kan?

    BalasHapus

Pengikut