SIMPLE : HAPPINESS IS LOVE

02.35


Pagi selalu menjadi awal untuk memulai hari, dan konon kalau kita memulai dengan gembira, sepanjang hari harapan yang kita inginkan akan terkabul atau setidaknya sepanjang hari kita bisa terhindar dari petaka dan keburukan. Itu nasehat ibu yang selalu aku ingat, meski nyatanya tidak selalu mudah untuk tampak bahagia saat kita sedang sedih.
Seperti biasa setiap pagi ibu selalu bangun pagi lebih dulu lalu menyiapkan kopi untuk bapak, selanjutnya membangunkan anggota keluarga yang lain tentu saja dibumbui sapaan manis dan obrolan kecil. Aku selalu ingat ibu selalu bertanya, “Bagaimana tidurmu semalam? Mimpi indah kan? Hari ini harus senang ya ….”
Percaya nggak percaya sih dari kebiasaan ini saat kami tinggal berjauhan hal pertama yang kulakukan saat bangun tidur berkaca, lalu senyum dan menyapa diri sendiri samba bertanya “Bagaimana tidurmu semalam? Mimpi indah kan? Hari ini harus senang ya …?” Dan sepanjang hari aku merasa lebih tenang menjalani.
Tinggal berjauhan dengan keluarga harus menjaga komunikasi antar keluarga, selain untuk saling menguatkan supaya kita juga terhindar dari rasa kesepian. Menjadi hal wajib adalah ngobrol dengan keluarga walaupun hanya sekedar sms bertanya kabar. Kesannya memang remeh, tapi ini bisa menguatkan.
Kami sekeluarga hidup terpisah karena harus bekerja di luar kota. Tak jarang saat pagi sebelum berangkat ke kantor kita saling telponan, kalau aku yang utama telpon bapak. Iya karena bapak adalah satu-satunya orang tua yang kumiliki saat ini. Obrolan kami sederhana paling banter hanya cerita pengen ngapain hari ini dan yang paling bikin seneng adalah bapak selalu mendoakan agar apa yang kuinginkan terkabul.
Berikutnya baru deh telpon adik dan keponakan nun jauh di sana. Haha, iya aku di Jawa sementara adik dan keponakan semua di Papua. Karena udah biasa telponan tiap hari kadang sih obrolan kita santai banget bukan sekedar tanya kabar tapi kadang saling ngledekin. Iya, adik saya sering ngledek nanya kapan nikah. Ish ini pertanyaan klasik banget yang nggak pernah ada ujungnya, tapi senengnya di akhir telpon kami selalu mendoakan untuk kebaikan masing-masing.
Jadi meski kami tinggal berjauhan nggak merasa kesepian, bahkan aku sendiri masih merasa seperti masih tinggal serumah. Nah, jelang puasa gini obrolannya pasti pada ngingetin hutang puasa terus disela juga dengan menu puasa. Saat seperti ini yang bikin baper, gimana nggak? Meskipun masakan ibu bukan yang paling enak tapi masakan ibu selalu habis. Ini semua berkat bapak, yang selalu mengingatkan kita untuk makan di rumah untuk menghargai jerih payah ibu dan itulah cara kami untuk saling menyayangi.

Cinta itu sederhana, dia selalu membuat bahagia orang-orang yang memiliki cinta meski dengan cara yang sangat sederhana. Terimakasih Tuhan untuk keluarga yang penuh cinta ini.

You Might Also Like

7 komentar

  1. waah... jadi pengen niru kalimat positifnya :) kalimat positif seperti diatas memang sangat diperlukan anak2 utk dpt memulai hari dengan baik

    BalasHapus
  2. Bertanya kabar mungkin hal sepele tapi efeknya besar bagi jiwa yang raganya sedang saling berjauhan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. apalagi mbak Katerina yang sering bepergian, pasti sangat membantu banget ...

      Hapus
  3. sepakat..telp membuat kita dekat dengan keluarga.. saya tiap hari juga telp ortu.. *kagakadayangtanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi, seneng ya bisa tetep onnect dengan ortu meski terpisah jarak

      Hapus
  4. Menjaga hubungan baik dengan keluarga itu memberi pengaruh positif ya mbak, semoga semua keluarga selalu sehat ya.

    BalasHapus

Pengikut